Puluhan Warga dan Sopir Truk Geruduk Polsek Glenmore, Ada Apa?

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48442485531_3548594b47_b.jpg
Puluhan warga dan sopir truk mendatangi Polsek Glenmore, Kamis (1/8/2019) siang untuk memprotes aksi arogan seorang oknum polisi yang mengancam sopir truk pengangkut tebu dengan senjata api. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Puluhan warga dan sopir truk yang kesehariannya beraktivitas mengangkut tebu di kawasan Industri Gula Glenmore (IGG), Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, ramai-ramai mendatangi polsek setempat, Kamis (1/8/2019) siang. Kedatangan mereka untuk memprotes aksi arogan oknum polisi berpangkat Aiptu berinisial RN yang mengancam dengan senjata api kepada salah seorang sopir truk pengangkut tebu di kawasan pabrik IGG, Rabu (31/7) kemarin.

Dalam aksi protesnya, mereka juga mendesak kepada Kapolsek agar oknum polisi berinisial RN yang dianggap sering membuat onar dengan mengancam kepada sejumlah sopir pengangkut tebu tersebut dipindahtugaskan dari Polsek Glenmore.

“Ayo keluar polisi yang arogan itu. Kita tidak terima dengan sikapnya. Jangan sampai mencoreng nama (baik) polisi. Pak Kapolsek, tolong pindah(kan) polisi yang mencoreng nama (baik) polisi itu,” ujar salah sopir di depan Polsek Glenmore.

pasang iklan_rev3

Menurut keterangan Deni Triyanto Dermawan, sopir truk yang mendapatkan ancaman dari oknum polisi tersebut mengaku, saat itu oknum anggota Polsek berinisial RN datang di area parkir truk pengangkut tebu di kawasan IGG Glenmore berseragam lengkap. Begitu turun dari mobil, langsung marah-marah tanpa sebab yang jelas dan mengancam sambil menunjukan pistol yang ada pinggangnya.

“Ndak tau dia datang terus marah-marah. Dia bilang kenapa lihat-lihat. Yang namanya ada tamu ya kita lihat karena dia pakai mobil masuk ke kawasan ini,” ujarnya kepada wartawan.

Merasa tidak bersalah, Deni kemudian mencoba mengklarifikasi. Namun tidak membuahkan hasil, malah klarifikasinya berbuntut ancaman akan ditembak oleh oknum polisi tersebut.

“Saya takut diancam ditembak. Karena memang saat itu dia memperlihatkan senjatanya. Apa salah saya. Dia datang marah-marah,” kisah Deni Triyanto Dermawan.

Kapolsek Glenmore, AKP Mujiono. (Foto: arahjatim.com/ful)

Sementara itu, Kapolsek Glenmore, AKP Mujiono mengatakan, pihaknya sudah melakukan mediasi bersama lima perwakilan sopir mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya mengaku akan berlaku tegas dan adil dengan sikap oknum polisi yang dinilai arogan oleh para sopir.

“Dari hasil mediasi, perwakilan sopir truk maupun Deni selaku korban sepakat, penyelesaiannya diserahkan ke Kapolsek,” ujar Kapolsek kepada sejumlah wartawan yang mewawancarai.

Kapolsek menambahkan, terkait sikap dan perilaku polisi yang diduga arogan, pihaknya akan
melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Jika terbukti melakukan tindakan tersebut pihaknya akan memberikan saksi tegas sesuai dengan aturan kepolisian.

Mengenai aksi menunjukkan pistol yang dituduhkan oleh para sopir, Kapolsek menampik jika pistol tersebut diacung-acungkan ke para sopir. Sebab beberapa saksi tidak melihat oknum polisi tersebut mengeluarkan pistol.

“Namanya polisi berpakaian lengkap pasti bawa pistol. Tadi saksi juga sempat ngomong pistol itu tidak diacungkan. Hanya ada di tempatnya. Tidak ditunjukkan seperti pamer gitu,” tambah Kapolsek.

Kapolsek, Glenmore juga meminta maaf kepada seluruh sopir truk tebu atas kejadian tersebut. Dirinya berjanji akan memberikan binaan lagi kepada oknum anggotanya yang dianggap arogan. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.