Puluhan Hektar Tanaman Cabai di Kediri, Gagal Panen, Akibat Terserang Penyakit Patek

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com– Mahalnya harga cabai ternyata tidak membawa untung pagi petani cabai di Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Seperti yang di alami Ida Rohmatin Nisa asal  Desa Ngablak Kecamatan Banyakan Kediri ini, petani justru merugi akibat tanaman cabai mereka gagal panen setelah terserang penyakit patek, sebagain tanaman cabai oleh petani dicabut dan diganti dengan tanaman palawija.

Lebih lanjut Ida salah satu faktor harga cabai dipasaran terus melambung akibat petani gagal panen, tanaman cabe mereka terserang penyakit patek sejak tiga bulan lalu, selain penyakit faktor cuaca yang masih terjadi hujan dengan intensitas tinggai.

pasang iklan_rev3

” Di desanya terdapat sepuluh hektar lahan cabai yang rusak parah akibat serangan penyakit patek, buah cabai muda membusuk serta tangkai mengering dan tanaman mati, “ujar Ida Rohmatin Nisa yang juga Ketua Kelompok Tani Rahayu di desanya.

Ida menjelaskan akibat penyakit ini 90 persen hasil panen busuk, dari 100 kilogram cabai yang berkualitas baik hanya 1 kilogram, saat ini Ia mengaku rugi akibat gagal panen, padahal telah mengeluarkan modal 7 koma 5 juta rupiah untuk lahan seluas 1750 meter.

Ida menambahkannya Ia dan petani sudah mengupayakan dengan berbagai cara dan obat namun serangan penyakit masih terus terjadi, agar tidak terus merugi sebagian petani memanen dini cabai mereka, serta mencabut tanaman dengan mengganti dengan tanaman palawija seperti jagung, kacang, hingga rumput gajah untuk pakan ternak mereka.

Umi Sa’diah petani cabai lainnya mengaku memanen dini buah cabai agar tidak banyak merugi, saat ini cabai hijau dijual dengan harga tiga puluh ribu rupiah ditingkat petani, sedang di pasaran mencapai enam puluh ribu ruipiah perkilogramnya, cabai merah kualitas baik ditingkat tengkulak mencapai 80 ribu rupiah perkilogrmanya.

“Kondisi cuaca yang sering tidak menentu selama beberapa bulan terakhir menyebabkan tanaman mereka terserang penyakit dan akhirnya mati, “kata Umi Sa’diah.

Dirinya berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga petani cabai seperti dirinya dapat merawat tanaman cabai dengan baik. Harga cabai yang kembali normal sehingga tidak memberatkan masyarakat.(das)

No More Posts Available.

No more pages to load.