Surabaya, ArahJatim.com – PT Pegadaian menggelar sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001 tahun 2016 dan Good Corporate Govermance (GCG) dengan turut mengundang 50 vendor di Aula PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya.
Kepala PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Mulyono mengatakan, Sosisalisasi SMAP itu dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih bersih dan cepat, mengingat banyaknya masalah hukum yang selama ini dihadapi oleh perorangan maupun perseroan.
“Perekonomian Indonesia itu kan sangat kompleks, mulai dari target pasar, digitalisasi perdagangan. Itu semua didorong oleh kepatuhan terhadap aturan dan perundang-undangan yang berlaku, khususnya ISO 37001 tahun 2016,” bebernya saat menjelaskan beberapa hal di hadapan vendor.
Mulyono menerangkan, transparansi merupakan hal yang penting dalam perdagangan agar nantinya sedari awal bisa menjaga kualitas pada pekerjaan tersebut.
”Maka dari itu, untuk proses bagaimana mengawal dari proses awal e-proc sampai dengan nanti selesai penyerahan pekerjaan dan juga evaluasi setelah selesai pekerjaan. Kita perlu mengadakan sosialisasi tentang sistem anti penyuapan dengan pihak ketiga,” ungkapnya.
Dengan sistem tersebut, kata Mulyono, dapat memberikan efek keprofesionalan antara hak dan kewajiban. Menurutnya selama ini pelaku bisnis hanya mementingkan haknya sendiri dan mengabaikan kewajiban atas dirinya.
Dirinya menambahkan, selama ini banyak penyuapan yang terjadi karena alasan akselerasi yang dibutuhkan dalam dunia bisnis. Namun melupakan aturan yang ada.
”Di Pegadaian sendiri, selain manajemen anti penyuapan ini juga disediakan mister pluit sistem. Jadi semua pengaduan yang dipegang langsung oleh Direksi Pegadaian dan satuan pengawas internal bisa gampang sekalli melaui Whatsapp maupun email,” paparnya.
Sejauh ini, menurut versi Sistem Pengedalian Internal (SPI) pusat, PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya telah menjadi percontohan dalam penerapan ISO 37001 karena tata kelola yang selama ini telah berjalan.
”Praktiknya di lapanganya saya berharap teman-teman tetap menjaga komitmen dalam pekerjaan, menjaga hubungan baik, jangan sampai mendapatkan surat peringatan 1 samapi 2 ataui blacklist,” pungkasnya.










