PPDI Tulungagung Berangkat Silatnas Jakarta 2023 Pakai Dana Pribadi Perangkat

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Setelah terjadi permasalahan internal terkait informasi ” yang liar ” dan bukan pernyataan resmi Pengurus PPDI Kab. Tulungagung, akhirnya permasalahan itu dianggap sudah selesai. Rekaman suara yang menyatakan perintah DPMD Kab. Tulungagung agar menggunakan DD, (dana desa) untuk kegiatan mengikuti Silatnas PPDI di Jakarta, kemudian bisa menggunakan SPPD yang digandakan dan lainya, adalah tidak benar.

Hal itu ditegaskan ketua PPDI Tulungagung Suyono, dalam keteranganya, setelah melakukan rapat internal, membahas rekaman suara lewat WA yang merugikan pihaknya.

“Masalah silatnas ini sudah clear mandiri dari iuran perangkat sendiri . Hal ini sudah 80% persiapannya, dan saat ini tinggal memilih personelnya , siapa yg berangkat ke Jakarta. Jadi tidak benar kalau bicara PPDI kebingungan dana, untuk ke Jakarta. Itu kan cuma Pak DR saja yang cari cari cara. Ide itu kita tidak tahu dan tidak ada komunikasi dengan kami. Kami tegaskan, semua korcam se kabupaten , sudah siap”, ungkap ketua dalam rilisnya.

pasang iklan_rev3

Seperti menjadi pembicaraan yang hangat terkait rekaman suara yang bocor, para perangkat yang akan menghadiri Silatnas PPDI 2023 di Jakarta, pembiayaannya akan menggunakan dana desa, yang sebenarnya peruntukannya tidak diperbolehkan.

Hal itu banyak disesalkan beberapa pihak, karena terkesan PPDI mengajarkan cara memanipulasi dana desa untuk kepentingan perangkat. Terlebih lagi, infonya dikuatkan dengan nama pejabat DPMD kabupaten yang memberikan arahan.

” Dengan arahan Anasrudin Kabid Bina Pemerintahan Desa DPMD Kabupaten Tulungagung DD yang 3%, bisa digunakan dengan koordinasi dengan kepala desa.

Kalau di Jakarta akan membawa SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) yang akan ditandatangani pengurus pusat.

Teknis selanjutnya agar perangkat desa atau kordes misalnya tiga peserta membawa SPPD-nya rangkap 5 atau 6 lembar. Kalau tiga peserta, nanti membawa SPPD nya rangkap 5 atau 6. Nanti suatu misal kalau satu orang dikasih satu jutaan, tiga orang tiga juta nanti SPPD-nya rangkap 5. Nyuwun sewu, yang dua juta nya bisa untuk pak kadesnya. Atau mungkin membawa 6 yang 3 juta pak lurah,” suara rekaman, yang bikin heboh itu.

Setelah melalui rapat internal pengurus PPDI kabupaten tulungagung dan Sdr DR hadir juga, dalam menyikapi bocornya pesan WA yg tidak benar itu. Tanpa diminta, perangkat yang bersangkutan, menyadari kesalahan yang telah dilakukanya.

Dirinya mengaku salah dan minta maaf kepada pihak pihak yang terkait, sehingga menimbulkan kegaduhan,baik di organisasi, maupun, di dinas kabupaten.

” Kepada seluruh rekan rekan PPDI dan perangkat lain, sebelumnya kami mohon maaf atas apa yang kami lakukan dalam rekaman itu. Itu bukan petunjuk dari PPDI dan itu inisiatif saya pribadi. Saya juga mohon maaf yang sebesar besarnya ,terutama kepada pihak DPMD dan bapak Anas. Semoga ini menjadi koreksi bagi diri pribadi kami “, demikian intisari dari rekaman yang disampikan saudara Darosin, yang sengaja mengunggah pesan , tanpa ada koordinasi dengan pengurus PPDI, yang menyeret nama nama baik kepala desa kepala desa, DPMD Kabupaten Tulungagung serta pejabatnya.

Paska klarifikasi yang dilakukan PPDI Selasa 9/1/2023, ditegaskan ketua PPDI Tulungagung Suyono, dalam Silatnas PPDI 2023 di Jakarta nanti, dipastikan personil personil dari Tulungagung, akan hadir dan menggunkan dana pribadi perangkat, bukan dana desa , seperti Isyu di rekaman salah seorang perangkat, yang akhirnya sudah diklarifikasi kebenaranya itu.(dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.