Penyidik Polres Banyuwangi Serahkan Kasus Perusakan APK Ke Kejaksaan

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Setelah dinyatakan lengkap alias P21, berkas kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) milik caleg DPR-RI Banyu Biru Djarot dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan caleg DPRD Banyuwangi, Khojin dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diduga dirusak akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Senin (18/3/2019).

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Banyuwangi, Iptu Joko Suhartono, mengatakan jika kasus perusakan alat peraga kampanye (APK) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, telah sempurna. Selain itu pelaku dugaan perusakan bernama, Darmawan beserta dua barang bukti APK juga diserahkan.

Berita terkait : Bawaslu Serahkan Berkas Perusakaan APK Kampanye ke Polisi

“Berkas sudah lengkap atau P21. Ini pelaku kita hadapkan ke Kejaksaan Negeri, unsurnya masuk makanya sampai digodok di tingkat Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu)”, ucap mantan Kasubaghumas Polres Banyuwangi.

Sementara itu Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Saputro membenarkan telah menerima pelimpahan berkas perkara kasus dugaan perusakan APK dari penyidik. Menurutnya berkas tahap kedua akan dipelajari terlebih dahulu sebelum dilimpahkan ke tahap selanjutnya. Kejaksaan memiliki waktu 20 hari untuk melakukan penelitian berkas perkara. Namun singkatnya waktu penanganan perkara Pemilu, maksimal dalam waktu 1-2 hari kedepan kasusnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri.

“Memang benar kami menerima berkas dugaan perusakan APK tahap dua dari penyidik. Kami akan teliti dulu dalam waktu 20 hari. Tapi singkatnya waktu penanganan perkara pemilu akan dipercepat maksimal 1-2 hari sudah kami limpahkan ke Pengadilan”, ucap Kasi Intel yang juga humas Kejari Banyuwangi.

Bagus menambahkan dalam perkara tersebut pelaku akan di jerat pasal 521 jo pasal 280 ayat (1) huruf G Undang-Undang Republik Indonesia No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (pemilu). Meski demikian pelaku tidak dilakukan penahanan.

Kasus dugaan perusakan alat peraga kampanye (APK) di Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, masuk ranah kepolisian pada Jumat (1/3/2019) lalu. Ketika itu Ketua Bawaslu Hamim, bersama sejumlah komisioner yang lain mendatangi Mapolres Banyuwangi. Sentra Penegakkan Hukum Terpadu memutuskan kasus perusakan APK naik proses penyidikan.

Kasus tersebut mencuat berawal atas laporan Tim Sukses Banyu Biru Djarot bernama Subur dan Kojin sendiri ke Panwascam, Siliragung, hingga akhirnya diteruskan ke Bawaslu sekitar sebulan lalu.(ful)