Sumenep, ArahJatim.com – Ratusan warga mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Sumenep, Rabu (8/5/2018). Mereka mendesak Bawaslu mengeluarkan keputusan terkait laporan kecurangan yang dilakukan salah seorang caleg dari sebuah parpol.
Mereka menggelar unjuk rasa sejak pukul 09.30 hingga pukul 12.00 WIB. Massa bersikukuh ingin menunggu keputusan yang akan dikeluarkan Bawaslu Kabupaten Sumenep terkait laporan kecurangan yang mereka serahkan.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kepolisian Resort Sumenep mengerahkan 300 personelnya yang ditempatkan di tiga tempat rawan yaitu di kantor KPU Sumenep, tempat penyimpanan logistik pemilu dan di kantor Bawaslu.
Baca juga:
- Hanura Sumenep Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu Di Arjasa.
- Sumenep Corruption Watch Menilai KPU Sumenep Kurang Profesional.
- Kursi PKB Di DPRD Sumenep Meningkat, Berikut Daftar Lengkap 50 Anggota DPRD.
Melalui ArahJatim.com Kabag Ops Kompol Mukti mengimbau massa untuk membubarkan diri agar tidak mengganggu lalu lintas.
Akan tetapi para pengunjuk rasa bersikukuh tetap akan menunggu sampai Bawaslu mengeluarkan keputusan. Massa bahkan meneriakkan ketidakpuasannya atas kinerja Bawaslu yang dinilai tidak bisa menyelesaikan kasus yang telah mereka laporkan.
Supandi korlap aksi mengatakan, Bawaslu Kabupaten Sumenep hingga kini tidak bekerja atau memang ada main dengan pihak-pihak tertentu. Karena sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait laporan kecurangan yang sudah ditangani. Karenanya hari ini ia dan massa yang dikoordinirnya mendesak Bawaslu agar segera menuntaskan kasus yang mereka laporkan.

Menanggapi kritikan para pendemo, Ketua Bawaslu Sumenep Anwar Nuris mengatakan, ia dan jajarannya telah bekerja maksimal hingga rela meninggalkan keluarga demi mengemban tugas negara.
“Kami semua sudah kerja keras bahkan kami rela ninggalin anak istri demi tugas negara. Dan kami sudah menangani kasus tersebut, yang sekarang sudah ditangani Gakkumdu. Tinggal menunggu hasil putusan dari Gakkumdu,” ujarnya. (jun)










