
Banyuwangi, ArahJatim.com – Memiliki keterbatasan fisik, tidak menjadi halangan bagi para penyandang tuna rungu untuk tetap belajar. Bercita – cita ingin menjadi enterpreneur dibidang kopi dan barista kopi profesional, itulah harapan dan keinginan mereka.
Gambaran tersebut terlihat saat mereka mengikuti pelatihan kopi bersama barista profesional yang berlangsung di kedai kopi di Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi, senin (8/4/2019) malam.
Sebelum dilatih bagaimana cara meracik kopi yang benar hingga menghasil aroma dan cita rasa kopi nikmat, para penyandang tuna rungu tersebut dikenalkan terlebih dahulu beberapa jenis kopi berkualitas yang ada di Indonesia. Selain itu mereka juga dikenalkan sejumlah peralatan penggilingan kopi atau roster dan cara pemakianya hingga tata cara penyajian kopinya.
Putri, seorang peserta pelatihan penyandang tuna rungu mengaku sangat senang dengan adanya pelatihan kopi gratis. Meski baru pertama kali mengikuti pelatihan kopi, dirinya sangat tertarik. Bahkan setelah mendapatkan ilmu tentang kopi, dirinya juga akan terus belajar hingga cita – citanya tercapai menjadi enterpreneur dibidang kopi sekaligus menjadi barista proseaional.
Baca juga : Gandeng BRI, Banyuwangi Bangun Kemandirian Santri Dengan Bisnis Kopi
”Tadi saya dapat ilmu bagaimana cara membikin kopi mulai dari penggilingan hingga penyajian. Saya diajari bagaimana membedakan jenis kopi dari teksturnya. Setelah belajar di sini, saya jadi tertarik menjadi pebisnis di bidang kopi. Syukur kalau bisa menjadi barista profesional,” kata Putri didampingi Indah, seorang penerjemah.

Sementara itu, Novian Dharma Putra yang juga pemilik kedai kopi mengatakan, kopi adalah minuman yang sangat digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Sebab, selain memiliki cita rasa dan aroma yang khas, minum kopi juga bisa menghilangkan lelah, stress dan kantuk. Bahkan sebagaian orang mempercayai bahwa minum kopi baik untuk kesehatan.
Menurutnya, cita rasa kopi yang dihasilkan juga tidak hanya berasal dari biji kopi berkualitas bagus. Namun, keahlian dalam meracik kopi, atau barista-lah yang menjadi faktor terpenting untuk menghasilkan cita rasa kopi nikmat.
“Untuk menghasilkan kopi yang nikmat dibutuhkan seorang barista yang sudah mumpuni. Meskipun kopinya bagus, tapi beristanya tidak profesional, rasa kopinya juga gak enak”, ungkap Novian.
Baca juga : Gandeng BPPT, Banyuwangi Garap Pengembangan Kopi dari Hulu ke Hilir
Tidak hanya itu, cara menyajikan kopi pun juga tidak gampang, sepintas terlihat sangat mudah, namun ternyata ada beberapa teknik yang harus dikuasi oleh seorang barista untuk menyuguhkan sajian kopi kepada penikmat.
Sedangkan untuk bisa menjadi seorang barista kopi profesional sangat mudah, tergantung niat dan kemauan, sekalipun seorang yang memilki keterbatasan fisik.
”Dilihat saat praktek menyajikan kopi tadi, mulai dari biji kopi hingga penyajian, mereka sangat cepat nangkap. Harus terus dilatih agar mereka bisa menjadi barista yang profesional,” pungkas Novian. (ful)












