Pemkot Blitar Gelar Grebeg Pancasila Dan Pawai Lampion

oleh -
oleh

Blitar, ArahJatim.com – Menyambut Hari Lahirnya Pancasila, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggelar ritual Grebeg Pancasila di Alun-alun kota Blitar. Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sehingga pelaksanaan grebeg Pancasila ini digelar malam hari setelah pelaksanaan Sholat Tarawih.

Upacara ritual Grebeg Pancasila ini diawali dengan diaraknya replika burung garuda, gunungan lima dan teks Pancasila oleh pasukan kerajaan, yang memakai pakaian adat jawa dan dibawa ke dalam Alun-alun Kota Blitar. Kemudian teks Pancasila diserahkan ke Plt Walikota Blitar, Drs Santoso untuk dibaca dan diikuti seluruh peserta ritual.

Baca Juga :

pasang iklan_rev3

Menurut Plt walikota Blitar, Santoso mengatakan, ritual Grebeg Pancasila ini untuk memperingati hari lahirnya Pancasila.

“Ini juga untuk mengingatkan kepada warga luas, agar selalu ingat akan sejarah lahirnya Pancasila. Karena saat ini banyak warga yang lupa kapan lahirnya Pancasila, dan bagaimana mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sila-sila pada Pancasila itu sendiri,” terang Santoso, Plt Walikota Blitar.

Usai upacara Grebeg Pancasila, replika Burung Garuda, lima tumpeng raksasa yang terbuat dari hasil palawija dikirab dari Alun-alun kota Blitar menuju Makam Bung Karno. Lima tumpeng ini menggambarkan sila-sila dalam pancasila. Di belakang kirab tumpeng diikuti kirab puluhan lampion yang berbentuk Pancasila serta sila-sila yang terkandung didalamnya.

“Kami juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah meresmikan setiap tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahirnya Pancasila,” tambah Santoso.

Kirab ini mengundang antusiasme ribuan warga kota Blitar yang tumpah ruah di jalan sepanjang Alun-alun kota Blitar menuju Makam Bung Karno. Warga yang menyaksikan kirab ini tidak hanya sekedar menyaksikan kirab gunungan tumpeng dan lampion, namun mereka juga menyerbu dan berebut gunungan ini karena berharap berkah. Usai dikirab dan prosesi di Makam Bung karno selesai, warga langsung berebutan untuk mendapatkan aneka hasil bumi yang ada di tumpeng raksasa.

Menurut salah satu warga yang ikut berebut, Anindia mengaku, tumpeng gunungan ini dipercaya mendatangkan berkah bagi yang mendapatkannya.

“Saya mendapatkan, bawang merah, cabai, kacang panjang, macam-macam yang penting sedikit-sedikit tapi rata. Nanti ini mau saya gunakan untuk memasak”, kata Anindia yang sudah tiga kali mengikuti grebeg ini.

Grebeg Pancasila merupakan kegiatan yang berpotensi wisata berbasis budaya. Adanya ritual ini bisa menjadi satu ciri khas kota Blitar yang bisa menarik wisatawan.(adv.hms.mua)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.