Sampang, Madura, ArahJatim.com – Suasana jalanan di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Senin (16/6/2025) berubah meriah dipadati oleh ribuan warga yang antusias menyaksikan Pawai Akbar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Miftahul Jannah Al Hasaniyah Batuporo Timur. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat.
Sepanjang rute pawai, gema musik drumband dari para santri Pondok Pesantren Darus Salam Aing Cellep, Ketapang, turut memeriahkan suasana. Beragam atraksi budaya, kostum kreatif, dan pertunjukan seni dari para santri menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menjadi media syiar Islam yang kuat dan menggugah.
Menariknya, meski pawai berlangsung panjang dan penuh semarak, lalu lintas tetap lancar tanpa terjadi kemacetan. Hal ini berkat koordinasi apik dan pengamanan dari aparat TNI-POLRI. Personel dari Koramil Kedungdung dan Polsek Kedungdung dikerahkan sejak awal pemberangkatan hingga kembalinya peserta ke pondok pesantren.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Jannah, K.H. Muhyiddin Shaleh, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan atau pertunjukan semata, melainkan bagian dari misi dakwah dan pendidikan.
“Pawai ini adalah bentuk seni pertunjukan yang juga mengandung syiar Islam. Kami ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa mondok di pesantren bukan hanya menimba ilmu agama, tetapi juga membentuk akhlak, iman, dan takwa generasi muda,” tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Gus Syuhadak, Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) Pawai, yang mengapresiasi antusiasme masyarakat dan peran serta banyak pihak dalam menyukseskan acara ini.
“Saya sangat bangga melihat semangat wali murid, warga, alumni, dan simpatisan yang berpartisipasi. Terima kasih juga kepada Koramil Kedungdung, khususnya Bapak Hamid dan tim, serta Kapolsek Kedungdung, Bapak Syafriwanto, yang telah mendukung penuh keamanan dan kelancaran acara,” ujarnya.
Agenda tahunan ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat budaya, persatuan, dan pemberdayaan masyarakat. (dhen prei)











