Jumlah Penumpang Menurun, KAI Daop 9 Jember Batalkan Operasi Empat KA

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Pandemi virus Covid-19 berdampak pada menurunnya jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api (KA). Penurunan jumlah penumpang paling signifikan terlihat pada bulan Maret 2020, di mana PT KAI Daop 9 Jember telah mengangkut 151.686 penumpang.

Angka tersebut menurun 29% dibanding tahun 2019, yakni sebanyak 214.775 penumpang. Padahal pada bulan Januari dan Februari 2020, terjadi peningkatan jumlah volume penumpang dengan total kenaikan sebanyak 17.760 penumpang.

PT KAI Daop 9 Jember mencatat, hingga akhir triwulan I ini, terjadi penurunan volume penumpang yang diangkut sebesar 7%, dengan total volume penumpang sebanyak 564.351 penumpang jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Tren penurunan jumlah penumpang yang diangkut ini diprediksi masih akan terjadi dua bulan ke depan. Pada bulan April 2020, PT KAI Daop 9 Jember memprediksi akan mengangkut sebanyak 169.464 penumpang, atau menurun 24% jika dibanding tahun 2019 yakni sebanyak 223.833 penumpang.

Sedangkan pada bulan Mei 2020, diprediksi sebanyak 157.350 penumpang atau menurun 12% jika dibandingkan pada periode sebelumnya yakni sebanyak 178.197 penumpang.

“Penurunan jumlah penumpang yang mencapai hampir 30% pada bulan Maret serta prediksi penurunan jumlah penumpang pada bulan April dan Mei membuat PT KAI Daop 9 Jember membatalkan operasi 4 KA keberangkatan dari Daop 9 Jember mulai 1–30 April 2020,” jelas Agus Barkah selaku Vice President PT KAI Daop 9 Jember.

Agus menegaskan, meskipun terdapat pembatalan empat perjalanan KA, PT KAI Daop 9 Jember tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada penumpang yang membutuhkan transportasi KA dengan segala protokol pencegahan virus Covid-19 yang telah diterapkan.

Terkait mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia, PT KAI telah mengeluarkan aturan pengembalian tiket 100% bagi penumpang yang ingin membatalkan tiketnya pada periode 23 Maret– 29 Mei 2020.

“Sejak ditetapkan aturan tersebut, jumlah pembatalan tiket melonjak drastis. Pada bulan Maret, jumlah pembatalan tiket mencapai 15.612 pembatalan, meningkat 276% jika dibandingkan bulan Februari yang hanya 4.155 pembatalan,” tambah Agus.

Pembatalan tiket dengan pengembalian bea 100% juga berlaku bagi penumpang empat KA yang dibatalkan operasinya mulai 1–30 April 2020. PT KAI mengimbau agar masyarakat melakukan pembatalan tiket secara online menggunakan aplikasi KAI Access.

 “Guna mempermudah proses pembatalan tiket KA, kami sarankan agar penumpang yang ingin membatalkan tiket dapat memanfaatkan aplikasi KAI Access. Karena lebih mudah, dan tidak perlu datang ke loket stasiun. Beli tiket di manapun, misalkan pembelian melalui stasiun atau channel penjualan resmi lainnya, calon penumpang tetap bisa melakukan pembatalan melalui aplikasi KAI Access,” jelas Agus.

Menurut Agus, yang terpenting nomor identitas yang didaftarkan pada akun aplikasi KAI Access harus sesuai dengan nomor identitas pemesan tiket dan penumpang harus memilki aplikasi KAI Access dengan versi paling update. Layanan pembatalan melalui KAI Access bisa dilakukan hingga maksimal 3 jam sebelum waktu keberangkatan KA dengan ketentuan kode booking yang dimiliki penumpang belum dicetak sebagai boarding pass/e-boarding pass. (ful)