Nenek Tuna Netra dan Anak 8 Tahun Hidup Memprihatinkan di Rumah Reyot

oleh -
IWO Pamekasan bersama bersama sejumlah relawan memberikan bantuan kepada Ayu dan nenek Sawati. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Sawati (60), seorang nenek penyandang tuna netra hidup memprihatinkan bersama keponakannya yang baru berusia 8 tahun. Mereka berdua tinggal di sebuah rumah yang sudah rapuh dimakan usia, di Desa Samiran Kecamatan Proppo.

Sehari-hari, Sawati dirawat Ayu, keponakannya. Dengan segala keterbatasannya, Sawati dan Ayu menggantungkan hidup dari belas kasih dari tetangga sekitar rumahnya.

Melihat penderitaan yang dialami Sawati dan Ayu, Ikatan Wartawan Online (IWO) Pamekasan dan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan tergerak memberikan bantuan sembako, Minggu (17/1/2021).

Sawati bercerita, ia hidup bersama Ayu, sejak keponakannya itu masih balita. Ibunya pergi saat Ayu berusia 14 bulan, dan ayahnya meninggal dunia empat bulan kemudian. Sejak itulah Ayu tinggal bersamanya.

“Kedua orang tuanya Ayu sudah tidak ada. Bahkan sampai saat ini ia tidak pernah tahu raut wajah kedua orang tuanya. Ibu kandung Ayu meninggalkannya saat usia 14 bulan dan sampai sekarang entah kemana perginya. Di saat Ayu berusia 18 bulan bapaknya meninggal dunia, sejak itu Ayu hidup bersama saya sampai sekarang,” cerita bibi dari Ayu.

Kepala Desa Samiran, Samsuri mengatakan, rumah tempat tinggal Sawati dan keponakannya sudah tidak layak huni, kondisinya sangat memprihatinkan. Sehingga dalam waktu dekat, pihaknya bersama warga masyarakat sekitar akan merenovasi rumah tersebut secara bergotong royong.

Pembangunan akan dilakukan secara swadaya. Namun Samsuri juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang mau membantu dengan sukarela pembangunan rumah Sawati. Karena pembangunan ini tidak mengambil dari Dana Desa (DD).

Sementara, Ketua Umum IWO Kabupaten Pamekasan, Dyah Heny mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak dan donatur yang turut memberikan bantuan kepada keluarga Sawati. Di antaranya FRPB (Forum Relawan Penanggulangan Bencana), alumni SMU 3 Pamekasan angkatan 2000, dan PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia).

“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang sudah ikut peduli berbagi sembako terhadap Ayu. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi keluarga Sawati,” ucap Dyah. (ndra)