Nuansa Negeri Matahari Terbit Ala Blitar Menjadi Tujuan Wisata Menarik

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48204424296_52bcfd734a_b.jpg

Blitar, Arahjatim.com – Kalau dengar nama sakura tentunya sudah tak asing lagi di telinga kita, ya benar sakura memang bunga khas dari negeri matahari terbit Jepang. Namun jangan bingung, gak perlu jauh-jauh ke Negeri Samurai, karena di Kabupaten Blitar sudah ada wisata Istana Sakura yang menawarkan banyak sekali spot-spot foto dan destinasi lainnya semua ala Jepang, para wisatawan bisa merasakan layaknya di negeri samurai Jepang.

Istana Sakura yang berada di Dusun Kemloko, Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini telah diserbu ribuan pengunjung sejak awal dibuka sampai sekarang.

Begitu anda masuk ke Istana Jepang, pintu masuk bergaya ala negeri samurai telah menyambut. Berjajar di kanan kiri lorong, bunga Sakura berbagai warna. Di atas lorong itu, bergelantungan lampion-lampion merah yang menambah ceria suasana.

pasang iklan_rev3

Di bagian timur, ada juga spot Minka atau rumah tradisional Jepang. Di bagian atap Minka, terpasang gabus yang dibentuk mirip salju meleleh.

Seperti diungkapkan Asyifa dan Regina, kedua pelajar asal Kota Blitar ini mengaku tertarik datang ke Istana Sakura, karena penasaran dengan istana sakura yang baru diluncurkan awal Juni kemarin.

“Ternyata setelah melihat langsung ke sini memang indah dan layaknya di Jepang.  Karena banyak bunga Sakura dan wahana yang mirip kayak di negeri sakura. Kita juga sengaja sewa kimono biar makin seperti beneran di Jepangnya,” ungkap  Asyifa, Kamis
(4/7/2019).

Pemilik Istana Sakura, Harmadi mengatakan, konsep lokasi wisatanya ini terinspirasi karena ia gagal pergi ke Jepang. Padahal ia sudah mengurus visa dan pasport, namun karena ada suatu hal hingga ia dan keluarganya dicancel di bandara.

“Saat pulang dari Surabaya, di sepanjang jalur utama kota Pahlawan itu, ia sangat menikmati bunga Tabebuya yang bermekaran. Itulah yang menginspirasi saya, dan kemudian saya ingin menikmatinya di sini juga,” terang Harmadi.

Harmadi lalu berusaha mencari dan akhirnya mendapat Tabebuya dari Kediri. Sementara menunggu bunga itu tumbuh berkembang, Harjito memasang ratusan replika Bunga Sakura. Replika itu terbuat dari plastik dan kain. Jadi anda gak usah khawatir, replika sakura ini selalu bermekaran setiap saat anda datang.

“Untuk sementara replika dulu yang kita pasang. Karena kalau Sakura beneran, gak tumbuh bagus di sini. Biar bisa seperti di Jepang beneran, kami juga sewakan pakaian Kimono untuk laki dan perempuan, anak-anak juga ada,” imbuhnya.

Untuk masuk ke istana sakura, pengunjung hanya harus membayar 10 ribu rupiah. Selain itu pengunjung juga bisa  sewa baju kimono. Untuk wanita kimono plus payung disewakan senilai Rp 20 ribu. Sementara untuk kimono laki-laki, hanya Rp 15 ribu. (mua)

No More Posts Available.

No more pages to load.