Kediri, ArahJatim.com – Situs dalam pojok Persada Soekarno Kediri Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri ungkapkan lima sosok saksi kunci yang tahu persis tentang kelahiran Soekarno.
Menurut Ketua Harian Situs Bung Karno Kediri, lima saksi kunci inilah yang tahu persis kapan dan di mana Soekarno dilahirkan.
“Saya sebutkan ya, lima saksi kunci. Pertama Ibunda yang melahirkan, kedua ayah kandungnya, tiga orang yang bantu persalinan, empat orang yang mengubur ari-ari dan terakhir orang yang ikut selamatan sepasaran saat bayi Soekarno berusia lima hari,” kata R. Kushartono Minggu (23/06/2024).
Kus mengatakan, kiranya selama belum tahu siapa lima orang yang sangat berperan tersebut, tentu akan kesulitan untuk menjawab kapan dan dimana Soekarno dilahirkan.
“Dokumen tulisan tangan Raden Soekeni dan Beselit perpindahan beliau ke Ploso pada 28 Desember 1901 memang menjadi data primer yang penting. Tapi tanpa mengetahui lima tokoh yang tahu persis kelahiran Soekarno tetap akan mengalami kesulitan,” ujarnya.
Dan ternyata tambahan informasi tentang lima sosok inilah yang memantabkan keluarga Singaraja Bali lebih yakin Soekarno lahir pada, 06 Juni 1902 di Ploso Jombang.
“Pertama adalah Ibudan Ida Ayu Nyoman Rai Srimben Ibu yang melahirkan, Kedua Raden Soekeni ayah kandung Bung Karno, ketiga Kek Suro atau Kyai Mas Surosentono orang yang nampani (membantu persalinan) bayi Soekarno, keempat Soemojani orang yang mendem ari-ari dan kelima Soemodihatdjo yang menjenguk waktu bayi Soekarno berusia 5 hari atau selametan sepasaran. Saat kami paparkan sosok ini keluarga Singaraja Bali tambah yakin kalau Bung Karno lahir 1902 di Ploso,” paparnya.
Keterangan lima saksi kunci ini lupa yang telah dipaparkan pada sarasehan pada saat Haul Bung Karno Ke-54 di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri hingga akhirnya semua peserta sarasehan sepakat untuk ditindaklanjuti ke Jakarta.

“Jadi lima saksi kunci ini menjadi klop karena cocok dengan dokumen dan data-data yang ada. Hingga seakan sudah bisa dibantah lagi bahwa Soekarno benar-benar lahir 06 Juni 1902 di Ploso Jombang,” paparnya.
Meski demikian Kus mengaku masih akan menghadap Guruh Soekarno Putra untuk memohon pencerahan.
“Insya Alloh Minggu depan kami ke Jakarta, temuan kami akan kita cocoknya dengan dokumen yang ada di Yayasan Bung Karno (YBK) maupun di Universitas Bung Karno (UBK). Kami mohon doa restu semoga Alloh senantiasa Memberkati dan Merahmati perjuanhan ini,” pungkasnya.*










