MENGKHUATIRKAN! 1.000 Warga Kediri Jalani Pengobatan HIV, Dinkes Targetkan Nol Stigma pada 2030

oleh -
oleh


Kediri, ArahJatim.com – Kasus baru HIV di Kabupaten Kediri menunjukkan tren stabil dalam 3–4 tahun terakhir. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, menyebut angka kasus baru selalu berada di kisaran 250-an per tahun.

“Dalam 3–4 tahun terakhir kasus HIV di Kediri konsisten di angka 238, 287, 264, dan termasuk sampai minggu pertama November tahun ini sebanyak 241 kasus,” jelas dr. Bambang 

Ia menegaskan, stabilnya angka ini menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus dan penatalaksanaan sesuai standar berjalan efektif untuk memutus mata rantai penularan.

pasang iklan_rev3

Peringatan Hari AIDS Sedunia: Fokus pada Akses Layanan

Mengusung tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, Dinkes Kabupaten Kediri menggelar seminar edukatif sebagai bagian dari peringatan Hari AIDS Sedunia. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat jejaring layanan HIV di daerah.

Tren Kasus dan Populasi Kunci

Setelah pandemi COVID-19, tren kasus baru HIV di Kabupaten Kediri relatif berada pada kisaran 240–260 kasus per tahun. Namun, angka ini juga mencakup pasien dari luar daerah yang memilih mengakses layanan di Kabupaten Kediri.

Saat ini, terdapat sekitar 1.000 orang yang sedang menjalani pengobatan HIV di fasilitas kesehatan Kabupaten Kediri.

Dalam proses penemuan kasus, Dinkes bekerja sama dengan komunitas, termasuk populasi kunci berisiko tinggi seperti Wanita Pekerja Seks (WPS), Lelaki Seks Lelaki (LSL), dan Transgender.

Penguatan Akses Pengobatan: Target Seluruh Puskesmas Bisa Inisiasi ARV

Meski seluruh fasilitas kesehatan di Kediri sudah mampu melakukan testing HIV, layanan inisiasi pengobatan ARV saat ini baru tersedia di 21 fasilitas:

  • 18 Puskesmas
  • 3 Rumah Sakit

Dinkes menargetkan seluruh puskesmas di Kediri dapat memberikan layanan inisiasi pengobatan dalam beberapa bulan ke depan, sehingga akses masyarakat makin dekat dan mudah.

Cegah Penularan Ibu ke Anak (PPIA)

Dr. Bambang menekankan pentingnya pemeriksaan HIV pada ibu hamil sebagai bagian dari Screen ANC Terpadu. Program Pencegahan Penularan Ibu ke Anak (PPIA) terbukti sangat efektif.

“Selama ibunya patuh, anaknya dilahirkan negatif,” tegasnya.

Ibu hamil yang terdeteksi positif harus segera mengonsumsi ARV untuk melindungi bayinya dari penularan.

Tantangan: Stigma dan Target Wordlwide Ending HIV 2030

Kabupaten Kediri berkomitmen mendukung target global Ending HIV 2030 melalui strategi Tiga Zero:

  • Zero Infeksi Baru
  • Zero Kematian terkait HIV
  • Zero Stigma dan Diskriminasi

Stigma masih menjadi tantangan terbesar. Karena itu, Dinkes menggandeng lintas sektor termasuk Dinas Pendidikan untuk memasukkan edukasi HIV dalam kegiatan sekolah, terutama saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pesan untuk Masyarakat

Dr. Bambang mengajak masyarakat memiliki pemahaman yang benar tentang HIV.

“HIV adalah penyakit menular, tetapi tidak mudah menular. Kontak sosial sama sekali tidak menularkan. Pemahaman masyarakat harus meningkat. Kita harus teguh berkomitmen bersama melawan epidemi HIV,” tutupnya. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.