Mengenal Hamparan Risk Ledger, Platform Intelijen Risiko Asal Jember Juara Hackathon BI

oleh
oleh

​Jember, ArahJatim.com – Berawal dari keresahan terhadap rumitnya penelusuran latar belakang calon debitur bank, sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan dan data terbuka lahir dari Jember, Jawa Timur. Tak disangka, platform independen yang dikembangkan oleh satu orang ini berhasil mengalahkan ribuan peserta dan menyabet juara III dalam ajang bergengsi PIDI DIGDAYA x Hackathon 2026.

​Prestasi tersebut diukir oleh HAMPARAN INSTITUTE, lembaga di bawah naungan PT Hamparan Berkah Teknologi. Pengumuman pemenang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24 September 2026, bertepatan dengan gelaran Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia x Indonesia Fintech Summit and Expo 2026.

​Ajang tingkat nasional yang digagas oleh Bank Indonesia bersama OJK, ASPI, AFTECH, APU-PPT, dan LPPI ini diikuti oleh 2.094 proposal dari seluruh Indonesia.

pasang iklan_rev3

​Mengurai Kerumitan Informasi Rekam Jejak Debitur

​Ahmad Fatikhul Khasan, pendiri HAMPARAN INSTITUTE sekaligus satu-satunya anggota tim dalam kompetisi tersebut, mengungkapkan bahwa ide platform bernama Hamparan Risk Ledger ini bermula dari kendala nyata di lapangan. Perbankan dan lembaga keuangan memiliki kewajiban ketat untuk mengecek latar belakang calon penerima kredit. Namun, datanya sangat tersebar dan acak.

​”Riwayat perkara pengadilan di Indonesia sebenarnya terbuka untuk umum, tetapi informasinya tersebar di ratusan situs pengadilan negeri yang berdiri sendiri-sendiri tanpa indeks nasional,” jelas Ahmad.

​Kondisi ini membuat analisis kepatuhan (compliance) memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, padahal kapasitas petugas perbankan sangat terbatas.

​Guna menyelesaikan persoalan tersebut, Hamparan Risk Ledger hadir menghimpun berbagai informasi risiko (risk intelligence) dari sumber terbuka (open source) ke dalam satu mesin pencari yang terintegrasi.

​Himpun Ratusan Ribu Data Perkara hingga Pejabat Publik

​Hingga 27 September 2026, platform Hamparan Risk Ledger tercatat telah mengindeks:

  • ​303.091 perkara dari 205 pengadilan negeri di Indonesia.
  • ​538 nama dalam daftar sanksi nasional.
  • ​2.412 mandat pejabat publik dan Politically Exposed Persons (PEP) yang tersaring dari 112 Surat Keputusan KPU.
  • ​124.626 judul berita berisiko dari 635 portal media terverifikasi Dewan Pers.

​Ahmad memilih bersikap transparan soal cakupan sistemnya. Ia tak segan mengakui bahwa fitur penelusuran data kepailitan masih belum dikerjakan dalam platform tersebut. Bagi Ahmad, keterbukaan soal batas kemampuan sistem adalah fondasi utama kredibilitas.

​Satu-satunya ‘Single Fighter’ di Skuad Lima Besar

​Perjalanan HAMPARAN INSTITUTE menuju podium juara tidaklah mudah. Dari 2.094 proposal awal, kompetisi menyaring peserta secara ketat melalui babak Essential Training (800 peserta), Practitioner Training (480 peserta), Capstone Project (80 tim), hingga meloloskan 20 finalis terbaik yang terbagi dalam kategori profesional dan mahasiswa.

​Di kategori profesional, HAMPARAN INSTITUTE berhasil mengamankan Juara III. Posisi pertama diraih oleh ADAKarir (PT ADACareer, Riau) dan posisi kedua diraih oleh Kayu Rambat Labs (Telkomsel, Banten).

​Menariknya, di antara jajaran lima besar, tim asal Jember ini menjadi satu-satunya single fighter atau tim beranggotakan satu orang.

​Ahmad mengaku tantangan terbesarnya bukan saat menyampaikan presentasi di hadapan dewan juri, melainkan saat menjaga akurasi dan keabsahan data. Untuk memastikan keandalannya, produk ini diuji secara langsung kepada dua praktisi dengan protokol tertulis. Hasil pengujiannya—termasuk masukan dan penilaian rendah—bahkan dipublikasikan secara terbuka demi menjaga akuntabilitas.

​Harapan untuk Lembaga Keuangan Kecil di Daerah

​Penilaian kompetisi ini didasarkan pada kejelasan use case, kualitas algoritma, user experience (UX), kelayakan implementasi, kesiapan tim, kompleksitas masalah, hingga potensi investasi dan rencana bisnis.

​Melalui kemenangan ini, Ahmad berharap Hamparan Risk Ledger dapat membantu lembaga keuangan skala kecil dan daerah, seperti BPR atau BMT, yang memiliki beban regulasi kepatuhan sama beratnya dengan bank nasional tetapi terkendala anggaran untuk berlangganan penyedia data global.

​Hadiah uang tunai senilai Rp50 juta yang diraih dari kejuaraan ini rencananya akan dialokasikan untuk merekrut tim penelaah kurasi data. Langkah ini penting untuk memverifikasi serta memeriksa ulang pelabelan mesin secara manual sebelum data dimanfaatkan oleh lembaga keuangan.

​Bagi masyarakat maupun pelaku industri keuangan yang ingin mencoba platform ini, akses publik tersedia melalui tautan [terminal.hamparaninstitute.com/riskledger](https://terminal.hamparaninstitute.com/riskledger). (nusl)

No More Posts Available.

No more pages to load.