Pamekasan, ArahJatim.com – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam meninjau pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Kowel dan Kelurahan Gladak Anyar, Rabu (12/1). Pembangunan jembatan gantung yang menelan dana APBN hingga Rp2 miliar itu hampir rampung pengerjaannya dan siap menjadi ikon kebanggaan masyarakat kedua kelurahan tersebut.
Guyuran hujan tak menghentikan langkah Mas Tamam meninjau dan memantau langsung penyelesaian akhir pembangunan jembatan tersebut. Ia ingin memastikan jembatan ini bisa segera difungsikan oleh masyarakat sebagai sarana pendukung transportasi dan lajunya perekonomian.
Jembatan gantung sepanjang 60 meter ini berdiri megah di belakang SMAN 5 Pamekasan, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota.
“Kami melihat langsung proses pembangunan jembatan gantung dari Kowel menuju Gladak Anyar yang panjang jembatannya sekitar 60 meter. Dana pembangun jembatan dari anggaran APBN. Saya ingin memastikan pembangunan infrastruktur ini berjalan sesuai rencana. Semoga di bulan Februari jembatan gantung ini sudah selesai dan bisa digunakan oleh masyarakat sekitar,” kata Mas Tamam julukan akrab Bupati Pamekasan.
Mas Tamam yang didampingi oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimda) berharap, masyarakat turut menjaga dan merawat jembatan ini sebagai sarana untuk menunjang perekonomian warga.
“Akses jalan seperti ini, bisa terus dibangun oleh pemerintah untuk mendorong lajunya perekonomian, dikarenakan jembatan ini bisa dilalui orang, sepeda motor, barang, bentor dan becak. Besar harapan kami infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah bisa dijaga oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara Ali Wahdi warga Kelurahan Kowel sangat mengapresiasi pembangunan jembatan gantung ini oleh Pemkab. Menurutnya, warga sudah menunggu pembangunan tersebut sejak puluhan tahun lalu.
“Jembatan gantung ini dibutuhkan sejak tahun 80-an menurut cerita dari para sesepuh dan Alhamdulillah di masa pemerintahan Bupati Baddrut Tamam bisa dibangun,” ungkap Wahdi. (ndra)





