Mantan Istri Bule Asal Australia Dirujuk ke Rumah Sakit

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49621299527_1fc0d44c54_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Yayuk Pujiani, 30 tahun warga Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi yang sempat dihajar oleh mantan suaminya, seorang bule asal Australia, kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Al-Rohmah, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Rabu (4/3/2020) malam. Korban dirujuk ke rumah sakit lantaran menderita sakit di bagian kepala dan depresi.

Seperti diketahui dalam video yang beredar, Yayuk dijambak, dicekik dan dimaki-maki bahkan kepalanya juga dibenturkan ke tiang penyangga rumah warga. Selain mengalami trauma fisik, akibat aksi penganiayaan yang dilakukan WNA bernama Gavin Edward Leeder, Yayuk juga mengalami trauma psikis.

Baca Juga :

Korban menyebut selama ini dirinya memang kerap menerima perlakuan buruk dari mantan suaminya. Pukulan di wajah hingga kata-kata kasar sudah sering kali ia terima saat keduanya masih berstatus sebagai suami istri.

Bahkan Yayuk mengaku kepalanya juga pernah dibenamkan ke kolam hingga dirinya tak bisa bernafas hanya karena permasalahan sepele. Sifat arogan dan temperamental itulah yang membuat Yayuk memilih untuk berpisah.

“Saya tidak kuat dengan perlakuan mantan suami saya itu, sehingga saya memilih cerai. Dalam video yang viral itu saya dijambak, ditarik, dicekik, ini kaki dan tangan saya juga lecet. Penganiayaan itu berlanjut sejak pagi sampai sore,” ungkap Yayuk saat berada di ruang rawat inap RSU Al Rohmah.

Yayuk menambahkan, dalam vidio yang terekam, mantan suaminya tidak menghendaki jika dirinya tinggal di dalam rumah yang saat ini dijadikan tempat usaha. Padahal sesuai keputusan Pengadilan Agama Banyuwangi, keduanya berhak atas harta gono-gini berupa rumah tersebut.

“Dia enggak mau kalau saya ikut memiliki rumah itu. Dulu setelah bercerai saya memang pergi ke Singapura selama 6 bulan, dia yang tinggal di rumah dan mengurus usaha saya itu. Setelah saya kembali ke Banyuwangi dia gak terima saya masuk rumah. Rumah digembok, sampai semua member saya disuruh keluar semua hingga akhirnya terjadi cek-cok. Padahal saya juga punya hak atas rumah itu,” tambah Yayuk.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh warga negara asing terhadap mantan istrinya. Pihak kepolisian berencana akan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi untuk menyerahkan surat permohonan dimulainya proses penyidikan terkait kasus dugaan penganiayaan.

“Kasus dugaan penganiayaan masih kita seidiki. Kita juga masih menunggu surat hasil visum dari Puskesmas untuk proses selanjutnya,” ungkap Ipda Wignyo Asmoro, Kanit Reskrim Polsek Bangorejo.

Sebelumnya, video aksi penganiayaan yang dilakukan seorang bule Australia kepada mantan istrinya di Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 3 menit lebih, bule bertubuh besar terlihat menjambak, dan membenturkan kepala mantan istrinya ke tiang penyangga rumah warga. Akibat perbuatan sang bule, korban harus dirujuk ke rumah sakit.

“Kondisi pasien sudah sedikit membaik. Dari hasil periksaan memang keluhan nyeri karena luka fisik yang dialaminya. Pasien ini juga sering merasa mual, kalau saya menganalisa mual ini lebih disebabkan karena kepikiran dan depresinya sehingga membuat asam lambungnya meningkat,” jelas dr Rizky Satya, dokter spesialis penyakit dalam RSU Al-Rohmah Jajag. (ful)