PSSI Memanggil Shin Tae Yong Guna Mengevaluasi Kinerja Pemain Timnas Indonesia

oleh -

Jakarta, Arahjatim.com – Setelah melakukan serangkaian agenda latihan dan uji coba, Shin Tae Yong selaku pelatih timnas Indonesia memberikan pemaparan latihan dan uji coba tersebut kepada PSSI.

Mochamad Iriawan telah memanggil Shin Tae Yong guna mengadakan rapat tertutup terkait permasalahan dan perkembangan timnas Indonesia selama ini pada Rabu (4/4/2020) kemarin.

Juru taktik asal korea selatan itu menjelaskan secara detail dengan memberikan pemaparan terkait timnas Indonesia U-19 yang mengikuti pemusatan latihan di Thailand dalam beberapa waktu lalu.

Sebelum bertolak ke Thailand, coach Shin sempat memanggil 55 pemain untuk mengikuti pemusatan TC timnas U-19 Indonesia di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat.

Dari 55 pemain yang mengikuti pemusatan latihan, Shin memilih 28 pemain untuk dibawa ke Thailand.

Di Thailand, timnas Indonesia melakukan serangkaian uji coba melawan tim asal Korea Selatan yang kebetulan memang tengah berada di Thailand untuk agenda yang sama.

Hasilnya, dari lima pertandingan, timnas Indonesia mengalami 4 kekalahan dan hanya 1 kemenangan yang berhasil mereka raih kala bersua Kyung Hee University dengan skor 2-1. Laga lain yang memaksa timnas Indonesia menelan kekalahan diantaranya Busan Ipark dengan skor 2-0, 1-4 dari Seongnam, serta 4-0 dengan Kyung hee University pada laga pertama.

“Kalau dilihat skornya memang banyak kebobolan. Namun dalam kondisi pemain letih, liga baru saja selesai, seharusnya mereka kebobolan lebih banyak lagi,” ucap Shin Tae Yong memotivasi para pemain.

Shin Tae Yong memberikan gambaran detail soal kemampuan masing-masing pemain.

Ia menjelaskan nama, posisi, statistik, riwayat cidera, serta komentar spesifik terhadap para pemain.

Intinya, Shin mengeluhkan kondisi fisik para pemain yang dianggap terlalu lembek dan tidak cukup untuk memenuhi standarisasi pemain timnas.

Bahkan ia berujar bahwa pemain sepak bola Indonesia cepat sekali kelelahan dalam sebuah pertandingan atau hanya sekedar latihan.

“Secara fisik sangat kurang, dimenit ke 20 para pemain sudah mulai capek. Karena itu, kami lebih berkonsentrasi meningkatkan fisik para pemain,” imbuh coach Shin.

Shin bahkan sempat menyinggung para pemain timnas Indonesia karena lemahnya passing, fisik, dan konsentrasi pemain.

“Kalian itu pemain timnas, masak passing saja salah-salah, anak SD saja bisa kalau hanya seperti itu. Fisik juga seperti orang tua, cepat sekali lelah,” ujar Shin

Selama di Thailand, pemain timnas Indonesia U-19 digeber dengan Core Training, Weight Training, dan juga lariĀ  pagi selama 5 jam setiap pagi.

Pada sore hari, pemain akan diberikan porsi latihan Passing Game, bagaimana membuat goal cepat, serta Running Defence.

Selain itu para pemain diminta untuk menjaga berat badan dan kandungan lemaknya setiap hari.

“Kami periksa secara akurat kondisi pemain setiap selesai makan pagi,” ucap Shin Tae Yong.

Shin Tae Yong menunjukkan bagaimana para pemain mengirimkan foto terbaru saat berlatih fisik di tempat tinggal masing-masing.

Sementara itu, pihak tim pelatih mengirimkan rekaman video program latihan kepada para pemain.

“Perlu motivasi terus-terusan agar mereka berkembang lagi. Bagaimana pola makan dan latihan harus terus dijaga,” ucap eks pelatih Quensland Roar tersebut.

Shin Tae Yong menekankan banyak hal mendasar harus diperhatikan para pemain tim Merah Putih.

Misalnya keseimbangan jumlah dan intensitas latihan, asupan nutrisi, serta waktu pemulihan atau istirahat yang tepat untuk mengurangi risiko cedera serta meningkatkan kinerja pemain.

“Penting juga terkait pemilihan sepatu bola yang tepat sesuai posisi pemain. Ini hal kecil, tetapi membuat perbedaan sangat besar,” kata Shin.

(Fik)