Mal di DKI Kembali Akan Beroperasi, Anies: Itu Imajinasi dan Fiksi

oleh -

Jakarta, ArahJatim.com – Setelah pemberhentian operasional mal di DKI Jakarta selama tiga bulan, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta mengumumkan 60 pusat perbelanjaan siap kembali membuka operasional mulai 5 Juni mendatang, dan empat mal lainnya pada 8 Juni mendatang.

Meskipun kembali beroperasi, Ketua APPBI DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan terdapat sejumlah penyesuaian operasional mal di tengah pandemi Covid-19 atau new normal. Salah satunya, soal jam operasional.

Di tengah new normal, operasional mal akan dipotong dari sebelumnya 12 jam, yakni dari 10.00-22.00 WIB menjadi 11.00-20.00 WIB atau tinggal 9 jam saja.

Namun, jam buka ini tetap menyesuaikan kesiapan masing-masing mal. Dengan kata lain, sifatnya tidak seragam untuk seluruh mal.

“Penyesuaian untuk tahap new normal akan ditentukan oleh pihak pengelola mal masing-masing. Umumnya akan dicoba buka pukul 11.00 sampai 20.00 WIB,” ungkap Ellen dikutip dari CNN.

Namun, di tengah rencana operasional mal, respons beragam muncul. Salah satunya dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ia menegaskan belum ada keputusan soal pusat perbelanjaan atau mal dibuka kembali pada 5 Juni. Pasalnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga yang dijalankan Pemda DKI Jakarta demi mempersempit penyebaran virus corona baru akan berakhir pada 4 Juni 2020.

“Kalau saat ini ada yang mengatakan mal buka tanggal 5, itu imajinasi itu fiksi, karena belum ada aturan manapun yang mengatakan bahwa PSBB diakhiri,” kata Anies, Selasa (26/5), dalam rekaman suara yang dibagikan Humas Pemprov DKI Jakarta.

Anies menjelaskan, tanggal pembukaan mal di Jakarta tidak bisa dipastikan secara sepihak. Menurut dia, hal tersebut harus menunggu hasil evaluasi PSBB tahap ketiga ini. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Anies menolak rencana pembukaan sejumlah mal di DKI Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2020 mendatang.

Mereka menilai pembukaan mal di tengah kurva pasien positif virus corona yang belum melandai cukup gegabah.

“Pembukaan mal di Indonesia, khususnya di Jakarta pada 5 Juni yang akan datang saya kira kebijakan yang terlalu dini. Bahkan, terlalu gegabah, sehingga saya kira YLKI menolak rencana pembukaan mal pada tanggal tersebut,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan melalui video di Jakarta, Selasa.

Menurut Tulus, upaya relaksasi berupa pembukaan mal baru bisa dilakukan saat kurva kasus covid-19 telah menurun. (*)