Layanan Kembali Dibuka, Pemohon SIM Membludak Abaikan Physical Distancing

oleh -
Ratusan pemohon SIM memenuhi kantor Satpas Prototype Polresta Banyuwangi. (Foto: Arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Setelah sempat ditutup hampir dua pekan, akibat merebaknya virus Corona (Covid-19) layanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), baik perpanjangan maupun penerbitan baru, kembali dibuka, Rabu (8/4/2020).

Ratusan pemohon SIM baru maupun perpanjangan membludak memenuhi halaman kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Prototype Polresta Banyuwangi untuk mengantre.

Dengan dibukanya kembali layanan SIM, polisi juga meningkatkan standar keselamatan dan ketentuan untuk masyarakat yang mendatangi kantor (Satpas) Prototype. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan sekaligus pencegahan kepada pemohon SIM dan petugas dari tertularnya Covid-19.

“Untuk hari ini secara serentak khususnya Polda Jawa Timur dibuka kembali pelayanan SIM, baik perpanjangan dan baru. Untuk hari ini kami sudah melaksanakan SOP standarisasi penanganan Covid-19,” ujar IPTU Kadek Aditya, Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Kanit Reg Ident) Satpas Polresta Banyuwangi, Rabu.

Kadek menambahkan, selama masa darurat Covid-19, ada beberapa syarat dan ketentuan yang wajib ditaati oleh pemohon. Sebelum masuk kantor Satpas, setiap pemohon SIM wajib menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun di air mengalir terlebih dahulu, kemudian masuk ke bilik sterilisasi dan dicek suhu tubuhnya oleh petugas menggunakan thermo gun.

“SOP-nya pemohon SIM wajib pakai masker, cuci tangan, masuk bilik sterilisasi cek suhu tubuh, baru diperbolehkan masuk Satpas. Kalau gak pakai masker tidak boleh masuk,” tambah Kanit Reg Ident.

Ratusan pemohon SIM melakukan senam bersama petugas di halaman kantor Satpas Prototype Polresta Banyuwangi. (Foto: Arahjatim.com/ful)

Bahkan pada pukul 10.00 WIB, petugas harus istirahat sejenak melakukan senam bersama seluruh pemohon SIM di halaman Satpas dipandu oleh petugas. Selain itu saat duduk menunggu antrean untuk foto ataupun mengambil SIM baru, pemohon juga diwajibkan menjaga jarak (Physical Distancing).

“Kita tadi senam bersama dan berjemur selama lima menit untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Pemohon yang sedang antre juga diwajibkan jaga jarak saat mengantre di ruang Satpas. Dengan metode ini, kita berharap bisa mencegah merebaknya virus Covid-19,” tutup IPTU Kadek Aditya.

Sementara itu meski sudah diberlakukan Physical Distancing, namun masih saja ditemukan gerombolan pemohon SIM yang mengantre hendak masuk ke dalam Satpas. Melihat kondisi tersebut, petugas harus bekerja ekstra untuk memberikan imbauan kepada pemohon agar menjaga jarak.

Salah seorang pemohon SIM mengaku sangat terbantu dengan adanya pemberlakuan tersebut. Mengingat kondisi saat ini sedang darurat wabah virus Corona. Selain itu pelayanan juga sangat cepat.

“Pelayananya bagus, tadi pertama datang kami diminta periksa suhu tubuh, cuci tangan. Proses pembuatan SIM hanya butuh waktu 30 menit, selesai,” ucap Siti Sri Wahyuni, salah seorang pemohon SIM. (ful)