Pamekasan, Arahjatim.com – Rekaman CCTV 20 detik pencurian laptop dirumah Moh.Taha (52) warga Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan, menjadi korban pencurian, sekitar pukul 13.55 wib menjadi viral diberbagai akun sosial media. Rabu (20/07/2022)
Moh. Taha mengatakan bahwa Laptop Acer yang berada di atas meja toko rumahnya yang sering dipakai untuk melayani pembayaran token listrik, Speedy, BPJS dan lain sebagainya, rapi dibawa lari oleh pria tidak dikenal, untungnya kejadian tersebut sempat terekam oleh CCTV dirumahnya.
“Kejadian pencurian tersebut bermula ketika saat istrinya menjaga toko dan pergi sebentar ke kamar mandi sekitar pukul 13.45 WIB. namun ketika istri saya Aprilina Budi Lestari(48) sempat mendengar ada suara orang mau membayar listrik dan istri saya langsung bergegas kedepan atau ketoko, sesampainya di toko istri saya kaget karena laptop yang biasa digunakan untuk pembayaran listrik dan lain sebagainya tersebut telah raib dari tempat biasanya”, terang Taha kepada biro Arahjatim.com via telepon. Kamis (21/07/2022).
“Saya pada saat itu tengah istirahat di dalam rumah, mendengar istri saya teriak, saya kaget dan segera keluar menghampiri istri untuk menanyakan dan mendengarkan cerita dari sang istri, akhirnya saya cek hasil rekaman CCTV pemiliknya dan ternyata benar kalau laptop saya hilang dicuri orang, dan wajah pelaku terekam jelas melalui CCTV yang saya pasang menghadap ke arah pagar rumah saya”,tegas Taha.
“Dari hasil rekaman itu nampak seorang pria kurus, bercelana hitam, berjaket silver, mengenakan tas punggung warna hitam, bersepatu hitam putih dengan santai masuk ke dalam rumah sambil mengamati keadaan dan akhirnya pencuri itu dengan santai keluar rumah dengan membawa laptop ditangan kiri dengan santai”, pungkasnya.
“Tetapi sepertinya kalau saya tidak salah ingat Pelaku tersebut pernah membayar listrik kepada saya bulan lalu, namun saya kurang ingat pastinya dan orang tersebut. Kalau tidak salah sipelaku sebelum masuk ke rumah saya, pelaku ini sempat membuka pintu pagar rumah saudara saya yang berada disebelah timur dan Ketika saya tanya disuruh menagih uang oleh Pak Slamet, tetapi saudara saya tidak kenal kepada orang yang dimaksud. Pria tersebut segera keluar dan mengaku salah alamat, namun diduga pria tersebut masuk ke dalam rumah dan membawa laptop saya”,Jelasnya.
Selain rugi material yang ditafsir 4 juta rupiah saya juga mengalami kehilangan semua data-data saya padahal dilaptop itu juga terdapat data Puskud (pusat koperasi unit desa) Jawa Timur”,imbuhnya.(ndra)










