Jakarta, ArahJatim.com – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk bersama anak usahanya, Krakatau Bandar Samudera atau Krakatau International Port (KIP), memperkuat kesiapan rantai pasok industri baja nasional. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program hilirisasi baja terintegrasi melalui transformasi KRAS Reborn yang fokus pada penguatan bisnis dan daya saing industri.
Penguatan fundamental perusahaan usai restrukturisasi keuangan menjadi momentum penting bagi Krakatau Steel Group untuk meningkatkan kinerja operasional secara menyeluruh.
Dalam transformasi KRAS Reborn, kesiapan infrastruktur logistik dan kepelabuhanan menjadi salah satu pilar utama untuk menjaga kelancaran distribusi bahan baku dan produksi baja nasional.
KIP Jadi Simpul Utama Logistik Baja
Direktur Utama Krakatau Bandar Samudera, Noor Fuad, mengatakan KIP memegang peran vital dalam mendukung arus logistik dan kebutuhan bahan baku industri baja.
Menurutnya, KIP menjadi penghubung utama antara sumber daya bahan baku, fasilitas produksi, hingga distribusi ke pasar domestik dan internasional.
“Sebagai pengelola infrastruktur kepelabuhanan dalam ekosistem Krakatau Steel Group, KIP memegang peran vital dalam memastikan kelancaran arus bahan baku,” ujar Noor Fuad.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas dermaga dan sistem logistik terintegrasi terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi serta menekan biaya logistik.
Langkah tersebut juga mendukung optimalisasi fasilitas Hot Strip Mill (HSM) yang ditargetkan mencapai produksi 120 ribu ton per bulan.
Dukung Hilirisasi Iron Sand dan Nikel
Krakatau Steel Group juga mendorong hilirisasi iron sand menjadi carbon steel slab dan billet. Indonesia memiliki cadangan iron sand sekitar 941 juta ton dengan konsentrasi terbesar berada di Pulau Jawa.
KIP berperan memastikan distribusi iron sand dari lokasi sumber menuju fasilitas produksi berjalan efisien melalui dukungan infrastruktur dermaga.
Selain itu, Krakatau Steel Group turut memperkuat hilirisasi nikel untuk pengembangan stainless steel slab.
Indonesia diketahui memiliki sekitar 42 persen cadangan nikel dunia atau setara 5,3 miliar ton yang tersebar di Sulawesi dan Maluku Utara.
Konektivitas logistik antarwilayah menjadi faktor penting agar distribusi bahan baku berjalan tepat waktu dan efisien.
KRAS Reborn Sejalan dengan Asta Cita
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, menegaskan penguatan logistik dan kepelabuhanan menjadi bagian penting dalam transformasi perusahaan.
Menurutnya, sinergi antara industri baja dan sektor maritim akan memperkuat kemandirian industri nasional.
“KIP bukan sekadar anak usaha, tetapi perpanjangan tangan kami dalam menyentuh cakrawala industri nasional,” kata Akbar Djohan.
Ia menambahkan, transformasi Krakatau Steel Group saat ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat industrialisasi dan ketahanan ekonomi nasional.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES








