Tulungagung, ArahJatim.com – Ada hal menarik ketika Sekda Tulungagung Drs Sukaji membuka kegiatan pencegahan korupsi bagi ASN dilingkup pemerintah daerah kabupaten Tulungagung.
Selasa 17/10/2023, unsur pemerintah daerah, bersama Kejaksaan dan Polres Tulungagung melakukan sosialisasi pencegahan korupsi kepada sekitar 300-an peserta di lingkup ASN dan para kepala desa se-kabupaten Tulungagung. Agenda yang di gelar selama dua sesi, 17 dan 19 Oktober ini , berlangsung di sebuah hotel yang cukup representatif di kota Tulungagung.
Dalam kegiatan itu, selain peserta diberi materi tentang pencegahan, dengan mendatangkan Nara sumber, dari Inspektorat, Kejaksaan Negeri, juga Polres Tulungagung, para peserta juga diberi buku saku panduan pencegahan tindak korupsi.
Kepala Inspektorat Tulungagung,Tranggono Dibjo Harsono, sebagai penyelenggara, mengajak semua unsur,termasuk para ASN dan kepala desa agar hati hati terhadap hal ini.
” Kami berharap, kegiatan ini nantinya banyak membawa manfaat, sehingga para ASN dalam menjalankan pekerjaannya, tidak terjadi hal yang tidak diharapkan. Kami juga memberikan buku panduan, yang bisa dibawa , karena modelnya buku saku. Adapun materinya kami dapatkan dari kejaksaan dan kepolisian, yang kami olah, agar mudah dipahami “, ungkap Inspektur Tranggono.
Acara yang direncanakan berlangsung dua sesi, dan masing masing sesi diikuti 150 peserta ini dibuka Sekda Drs Sukaji, atas nama PJ Bupati Tulungagung. Dalam kata sambutanya, Sekda meminta kepada semua, agar hal hal yang bersentuhan dengan hukum tidak dibuat main main, oleh sebab itu, peserta diminta untuk mematuhi rambu rambu ,seperti yang sudah digariskan dalam buku saku yang diterima peserta.
” Agenda begini ini yang kita harapkan, bisa mengantarkan kita berangkat menjadi pegawai selamat, dan purna , juga selamat. Kalau masih mau ada niat main main terhadap korupsi untuk kepentingan pribadi suatu misal, bila terjadi konsekwensi, maka itu adalah beban yang sangat berat “, ungkap mantan Kabag Humas, yang sekarang menjabat jadi Sekda kabupaten Tulungagung.
Ketika lebih lanjut ditanyakan, mengapa kelompok peserta ini yang diundang, apakah ada titik titik rawan korupsi pada lingkup kerjanya, sekda menjawab, ini sebuah antisipasi dan tidak ada kerawanan.
” Tulungagung aman. Kalau untuk personal, tidak ada. Kalau korupsi, bukan tidak ada , ya ada,tapi itu sifatnya bukan kesengajaan, dan lain sebagainya bukan, ya karena sistem. Dan sistemnya itu menyeret tidak langsung. Kalau OPD tida. Oleh sebab itu langkah pencegahan inilah yang terus menerus kami jalankan, antisipasi dengan cara pemahaman kepada ASN secara maksimal “.ujar Tranggono. (dni)











