Klaska Residence, Hunian Dengan Antusiasme Masyarakat Yang Tinggi

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48477731061_29c5495cf4_b.jpg

Surabaya, Arahjatim.com – Sinar Mas Land (SML) sedang berupaya menyelesaikan proyek hunian nyaman bagi warga Surabaya berupa apartemen dengan nama Klaska Residence yang masih dalam tahap pembangunan tower pertama, hingga kini masih belum rampung pembangunannya. Perlu diketahui, bahwasanya menara pertama yang telah dipasarkan sejak 2016 lalu disambut baik oleh pasar.

Buktinya, hingga pertengahan 2019 lalu Klaska Residence mampu menyedot pasar hingga mencapai 80 % penjualan untuk semua unit. Saat penjualan menyentuh angka yang cukup fantastis, saat itu pihak developer masih dalam tahap pembangunan level ground. Bukti dari minat pasar ini menunjukkan bahwa Klaska Residence mampu menarik minat masyarakat banyak sebagai salah satu penyedia hunian nyaman di kota Pahlawan tersebut.

Baca Juga :

Berbicara mengenai progres penjualan, tentu juga tak luput dari perhatian developer memberikan fasilitas berlebih bagi calon pembeli. Mulai dari design yang kekinian, harga yang cukup bersaing di pasaran, hingga lokasi strategis yang ditawarkan oleh pihak Sinar Mas Land.

“Posisi kita cukup strategis untuk sebuah hunian di jantung kota, kita bisa 2 menit ke stasiun Wonokromo, itu soalnya di depan sudah ada staisun, kemudian 10 menit ke RSAL, meskipun nantinya akan ada jalan pintas yang dibangun Pemkot, terus mal Royal Plaza. Cukup strategis dan efisien dalam menyingkat waktu,” ungkap Patricia Irene selaku Sales Sect Head Klaska Residence.

Informasi terbaru yang diperoleh ArahJatim.com, tower pertama yang masih dalam tahap pembangunan itu sudah mencapai lantai sebelas, yang berarti 29 lantai lagi menuju tahap akhir pembangunan untuk tower pertama Azure yang mencapai 40 lantai.

“Betul, kita masih pembangunan di tower satu ya. Total kita 40 lantai,” imbuhnya

Hunian berupa apartemen benar-benar dibutuhkan oleh warga Surabaya, mengingat semakin padatnya pemukiman yang dipenuhi oleh warga asli Surabaya sendiri maupun mereka sebagai pendatang di Surabaya.

Tak hanya itu, dengan semakin tidak kondusifnya kemacetan yang terjadi di Surabaya, memaksa warga harus menikmati fasilitas kota dengan membuang-buang waktu di jalan.

“Surabaya macet kalau pagi dan sore, kadang siang pun macet, hunian apartemen sebenarnya memang dibutuhkan untuk warga di sini, kan bisa hemat waktu, tenaga, simple juga,” ungkap salah satu penghuni apartemen di Surabaya. (fik)