Kepala Dinas Pendidikan Jatim Apresiasi Kebijakan Inovatif Bupati Banyuwangi

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49579840883_1d450e5584_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengapresiasi berbagai kebijakan inovatif di bidang pendidikan yang telah dilakukan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi. Hal ini diungkapkan Wahid setelah menyimak pemaparan Bupati Anas di hadapan ratusan kepala SMA, SMK dan Pendidikan Khusus – Pendidikan Layanan Khusus (PK PLK) di Jawa Timur, di Hotel El Royal, Banyuwangi, Senin (24/2/2020).

Menurut Wahid, apa yang telah dilakukan Bupati Anas adalah inspirasi yang layak diteladani oleh para kepala sekolah.

“Inovasi yang dilakukan oleh Pak Bupati dalam mengubah Banyuwangi yang bukan apa-apa dulunya menjadi daerah yang maju dan dikenal hingga level dunia ini, adalah inspirasi bagi bapak ibu kepala sekolah semua yang hadir di sini,” ungkap Wahid Wahyudi.

Baca juga:

Wahid Wahyudi juga membenarkan uneg-uneg Bupati Anas atas pentingnya menekan angka pengangguran terbuka dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, sejumlah SMK di Jawa Timur didorong untuk membuka jurusan yang benar-benar sesuai dengan potensi lokal masing-masing.

“Sehingga nantinya bisa diserap dengan mudah di dunia kerja. Atau paling tidak mereka mampu berwirausaha dengan potensi yang dimiliki di sekitarnya,” ungkapnya.

Sedangkan dalam soal IPM, Wahid menambahkan, bakal melakukan assesment (penilaian) pada sejumlah warga yang tidak mengenyam pendidikan. Terutama bagi warga yang sudah asyik dengan dunia kerja.

“Mereka jelas tidak mau meluangkan waktunya hanya untuk sekolah Paket C selama tiga tahun. Jadi, perlu adanya pendekatan khusus untuk bisa memberikan mereka legalitas setara paket C dengan assesment tertentu. Karena, pada dasarnya, kapasitas mereka sudah setara SMA ketika beraktivitas di dunia kerja bertahun-tahun lamanya,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi. (Foto: dindik prov. jatim)

Hal yang sama juga bakal dilakukan kepada sejumlah lulusan pesantren yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal.

“Dengan kurikulum yang ada di pesantren sebenarnya para santri tak kalah dengan mahasiswa di pendidikan tinggi keislaman. Jadi, perlu assesment yang bisa menyetarakan status pendidikan mereka,” imbuhnya.

Dalam melakukan assesment tersebut, Wahid menyebutkan, bakal melibatkan sejumlah SMA dan SMK di seluruh Jawa Timur. “Nantinya, bapak ibu yang akan melakukan assesment tersebut,” pungkasnya.

Para kepala sekolah yang hadir berasal dari tiga Cabang Dinas Pendidikan. Selain Cabang Dinas Banyuwangi, juga diikuti Cabang Dinas Jember yang meliputi Kabupaten Lumajang dan Cabang Dinas Bondowoso yang meliputi Kabupaten Situbondo. Pada kesempatan itu juga hadir Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Prof. Dr. Ahmad Muzakki. (adv.hmsbwi/ful)