Tulungagung, ArahJatim.com – Sebagai bagian dari usaha pemerintahan desa, dalam mengawal dinamika warga masyarakat, pemerintahan desa telah melakukan kegiatan memberi pelatihan terhadap warganya.
Masyarakat desa Sembon kecamatan Karangrejo kabupaten Tulungagung, melalui program pengembangan usaha warga, puluhan anggota masyarakat dari beberapa dusun digilir untuk dididik dan dilatih dalam mengembangkan usaha hortikultura dan perikanan, ( aquaponik )
Kepala desa Sembon, kecamatan Karangrejo, Sumono, menjelaskan motif pemberian pelatihan itu kepada tim ArahJatim, Sabtu 29/7/2023. Pihaknya sangat berharap dengan pelatihan pelatihan yang diberikan, masyarakat yang memiliki semangat ketertarikan terhadap bidang tersebut, hasilnya diharap mampu membantu kesibukan sekaligus bisa sebagai tambahan penghasilan dalam keseharian.
” Masyarakat kaminini adalah masyarakat majemuk, ada yang berusaha di bidang pertukangan, pertanian, maupun perikanan, disamping usaha lainya yang masih erat hubungannya dengan kebutuhan sehari hari. Dari situlah, kami berdasar musyawarah bersama.unsur tokoh, termasuk BPD, akhirnya tahun ini memilih program pelatihan bagi petani dan peternak ikan “, ungkap kades yang cukup ramah tetapi berwibawa ini.
Seperti diketahui, pemerintah desa dalam mengawal dinamika, selain melakukan pembinaan fisik dan non fisik bersama unsur lainnya , termasuk juga melibatkan unsur Babin dari kedua lembaga TNI-Polri.
Untuk unsur non fisik, selain kegiatan sarasehan, pendampingan kegiatan termasuk jama’ah Yasin tahlil , yang ada di stiah unsur dukuhan desa Sembon. Sampai saat ini tingkat kondusifitas wilayah juga mampu terjaga dengan baik.
Untuk menunjang pembangunan bidang ekonomi, selain desa melakukan upaya beberapa pembinaan dan pelatihan, untuk semester awal 2023, program pbinaan fisik dilakukan pelatihan Aquaponik, dan mendekati kegiatan Hortikultura.
Dalam keterangan selanjutnya ” Mbah lurah Mono”, sebutan akrab kades, dalam pelatihan itu warga yang terlibat selain mendapatkan AC macam bibit sayuran, dan sejumlah 100 bibit ikan lele.
Kami sangat berharap, warga yang mendapatkan kesempatan ikut pelatihan, mampu mengajak warga lainya melakukan pengembangan sayuran dan ternak ikan, untuk membantu tambahan pendapatan keluarga, bilabdijalankan secara profesional.
” Monggo dulur- dulur, ilmu yang diberikan para tutor, diperhatikan dan dijalankan sesuai prosedur. Eman kalau ini tidak ada maksimalkan hasilnya. Swmuabdiingatkan dananuntuk kegiatan pelatihan itu, semua diambilkan sumbernya dari APBD 2023,” tambah kades Sumono. (dni)










