Kediri, ArahJatim.com – Rangkaian Hari Jadi Kota Kediri Ke-1. 143 mengusung tema Bangkit Bareng, hari Sabtu (23/07/22) di Kawasan Wisata Goa Selomangleng mengelar Kejuaraan Seni Pecut Samandiman.
Acara yang dibuka oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar akan digelar selama dua hari hingga 24 Juli, dengan kategori kelas anak-anak dan dewasa diikuti 128 peserta dan terbuka untuk umum.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan seni pecut menjadikan budaya sebagai pemersatu bangsa. Mas Abu menyempatkan menyerahkan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada M. Hanif selaku Ketua Paguyuban Pecut Samandiman.
Lebih lanjut Mas Abu menjelaskan mungkin di setiap daerah memiliki beragam bentuk pecut, namun untuk Eksistensi kesenian khas Kediri dan sosial isasi telah didaftarkan agar tidak diakui negara lain.
“Pecut ini telah kami daftarkan dan semoga menjadi tontonan yang positif. Merupakan kewajiban kita semua untuk melestarikan budaya seni pecut. Saat ini mungkin hanya membunyikan, namun ke depan saya harapkan bisa digelar membuat pecut dan kemudian bermunculan para pengrajin,” harap wali kota.
Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad mengatakan Kejuaraan Seni Pecut ini merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Kediri. Bahwa Pecut Samandiman merupakan kekayaan intelektual, kita kenalkan kepada seluruh tanah air. Bahwa seni pecut berasal dari Kota kediri, memiliki panjang antara 3,5 meter hingga 10 meter.
“Yang dinilai terkait menggerakkan atau tehnik membunyikan pecut. Dengan kategori peserta, usia 10-15 tahun untuk putra putri dan dewasa untuk putra putri,” terangnya.
Kejuaraan Seni Pecut ini diikuti peserta hingga Timika Papua, Bontang dan Kutai Kalimantan juga sejumlah peserta dari sejumlah kota di Pulau Jawa.
Ucapan terima kasih disampaikan M. Hanif, Ketua Paguyuban Pecut Samandiman dikonfirmasi disela-sela kejuaraan. “Bahwa sejak tahun 2017 hingga sekarang, menjadi dasar penilaian Wiroso, Wirogo dan Wiromo. Mulai dari kostum yang dikenakan, saat membunyikan pecut harus trengginas dan iramanya harus mengikuti gerakan lagu,” jelas Hanif.

Sayang belum selesai semua katagori Kejuaraan Kesenian Pejut katagori tinggal putri anak dan remaja, berakhir para tamu undangan sudah pada meninggalkan tempat, padahal masih ada tiga katagori lagi.
“sayang mas, uda pada pulang pejabat dan para tamu undangan padahal masih ada tiga katagori lagi, ini bisa membuat peserta kecewa, tutur kurniawan warga keluaran pojok. (das)












