Kediri, ArahJatim.com – Kabupaten Kediri menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung visi swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Memasuki Januari 2026, Kabupaten Kediri menggelar panen raya sebagai simbol keberhasilan peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Sukadi, mengungkapkan bahwa sinergi antara program pemerintah pusat dengan kebijakan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Bup), telah membuahkan hasil signifikan.
Kenaikan Luas Tanam dan Produksi Padi 2025
Sukadi menjelaskan bahwa pada tahun 2024, luas tanaman padi di Kabupaten Kediri tercatat sebesar 49.100 hektar. Berkat berbagai inovasi dan bantuan infrastruktur, angka ini mengalami kenaikan tajam pada tahun 2025.
”Di tahun 2025, ada kenaikan luasan tanam sekitar 2.330 hektar dibanding tahun sebelumnya. Jika dikonversi, ini setara dengan kenaikan produksi padi mencapai 16.000 hingga 17.000 ton,” ujar Sukadi saat meninjau lokasi panen raya, Rabu (7/1/2026).
Peningkatan ini tidak lepas dari langkah strategis Pemkab Kediri, di antaranya:
- Peningkatan Indeks Pertanaman (IP): Optimalisasi lahan agar bisa panen lebih sering dalam setahun.
- Infrastruktur Air: Pembangunan saluran irigasi, sumur submersible, serta koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk pembangunan embung/waduk.
- Modernisasi Pertanian: Penggunaan alat mekanis dari hulu ke hilir, mulai dari proses pembenihan, pratanam, hingga pascapanen (mekanisasi).
Indonesia Swasembada Beras, Nol Impor di 2026
Momen panen raya di awal tahun 2026 ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas tercapainya swasembada pangan nasional. Sukadi menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini sangat melimpah.
”Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Indonesia kini sudah swasembada. Salah satu buktinya adalah pernyataan Kementerian Pertanian bahwa di tahun 2025 dan 2026 ini tidak ada lagi impor beras. Stok kita melimpah,” imbuhnya.
Stok Bulog Kediri Aman untuk 20 Bulan ke Depan
Senada dengan hal tersebut, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan beras di pasaran.
Saat ini, gudang Bulog Kediri menyimpan stok sebanyak 66.000 ton. Jumlah yang sangat besar ini diprediksi mampu mencukupi kebutuhan wilayah Kediri Raya hingga 20 bulan ke depan.
”Stok kami luar biasa cukup. Pada tahun 2025 lalu, serapan kami mencapai target 100% dari target awal 50.000 ton. Bahkan saat target dinaikkan ke 55.000 ton pada triwulan keempat, kami tetap mampu menyerap hingga 92%. Ini membuktikan kehadiran pemerintah untuk menyerap hasil tani,” jelas Harisun.
Edukasi Petani dan Ketetapan Harga (HPP)
Meski stok melimpah, Bulog menjamin harga di tingkat petani tidak akan anjlok. Pemerintah telah mematok Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 untuk Gabah Kering Panen (GKP).
Namun, Harisun memberikan catatan penting bagi para petani terkait kualitas gabah yang akan dijual ke Bulog.
”Kami mengimbau petani untuk memanen padi tepat pada waktunya, jangan dipaksa panen dini. Selain itu, yang kami beli adalah GKP murni, bukan gabah yang bercampur kotoran. Edukasi ini penting agar kualitas beras yang disimpan di gudang tetap terjaga kualitasnya,” tutup Harisun.
Dengan capaian gemilang ini, Kabupaten Kediri optimis dapat terus menjadi lumbung pangan utama yang menopang ketahanan pangan di Jawa Timur maupun nasional.







