Keberadaan Nelayan Hilang Di Perairan Selat Bali Masih Misterius

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48218785112_761258fdda_b.jpg
Dari tepi pantai, masyarakat dan Tim SAR di darat mengamati Tim SAR gabungan yang sedang melakukan pencarian nelayan Junaidi di perairan Selat Bali. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Pencarian nelayan asal Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, yang hilang di perairan Selat Bali sejak Selasa lalu masih terus dilakukan Tim SAR gabungan hingga Sabtu (6/7/2019) siang. Namun, hingga kini keberadaan nelayan bernama Junaidi (59) itu masih belum diketahui.

Keluarga korban yang menunggu kabar dari Tim SAR yang bekerja siang malam untuk melakukan pencarian, diselimuti kecemasan lantaran Junaidi tak kunjung ditemukan.

Penyisiran di tepi pantai maupun di tengah laut terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Selain itu seluruh personel gabungan TNI AL dan Basarnas dibantu para relawan juga masih siaga di Pos TNI AL Blimbingsari hingga keberadaan Junaidi berhasil ditemukan.

pasang iklan_rev3

Sempat tersiar kabar ada seorang nelayan yang mengetahui keberadaan perahu korban di Teluk Sembulungan, namun setelah dikroscek, kabar tersebut tidak benar, dan dipastikan hoax. Sementara itu, hingga Sabtu (6/7/2019) siang berarti, Junaidi sudah empat hari tidak pulang.

Baca juga:

Miswah, adik perempuan Junaidi yang setia menunggu kabar keberadaan kakaknya di tepi Pantai Desa Patoman masih berharap kakaknya bisa ditemukan dalam keadaan hidup. Tak ada firasat apapun sebelum Junaidi berangkat untuk pergi melaut.

Hanya saja, Miswah dan keluarga lainnya sempat melarang kakaknya pergi melaut bersama rekan-rekannya lantaran usianya yang sudah tak muda lagi. Namun larangan tersebut tidak dihiraukan dan tetap nekat melaut.

”Kita sempat melarang sebenarnya, karena usianya kan sudah tua kakak saya itu. Dia bilang dan janji gak akan mancing-mancing lagi di Teluk Sembulungan kalau mancing kali ini gak mendapat ikan. Enggak taunya malah gak pulang-pulang sampai sekarang,” kata Miswah bersama keluarga lainnya di sebuah pondok kecil di Pantai Desa Patoman.

Miswah menambahkan, ciri-ciri Junaidi bertubuh gempal. Dia juga mencoba mengingat-ingat warna perahu yang digunakan saat melaut.

”Kakak saya itu sudah tua tapi badannya gempal. Perahu kakak saya itu warnanya putih, katirnya warna hijau. Mudah-mudahan segera ditemukan. Kalau ada masyarakat yang tahu keberadaan kakak saya atau perahunya bisa segera kabari kami, atau petugas Angkatan Laut ya,” harap Miswah.

Sebelumnya diberitakan, Junaidi, nelayan asal Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi dilaporkan hilang oleh warga setempat, pada Kamis (4/7/2019) sore. Menurut keterangan teman seprofesinya, Miswan, pada saat itu Junaidi berangkat melaut mencari ikan bersama tiga temannya yaitu Samidi, Supaat, dan Jumadi menggunakan perahu kecil sendiri-sendiri pada Selasa (2/7/2019) dini hari.

Dengan rasa cemas, keluarga Junaidi menunggu hasil pencarian Tim SAR di sebuah pondok kecil di Pantai Desa Patoman. Mereka berharap Junaidi bisa ditemukan dalam keadaan selamat. (Foto: arahjatim.com/ful)

Rencananya, mereka bertiga akan mencari ikan dengan cara memancing di sekitar Teluk Sembulungan, Muncar. Namun, baru berangkat sekira setengah mil dari bibir pantai, lanjut Miswan, tiba-tiba mesin perahu milik Junaidi mati.

Temannya mengira mesin perahu Junaidi tidak ada persoalan serius dan bisa kembali dihidupkan untuk kemudian menyusul. Karena kondisi tersebut sudah diangap biasa, rekan-rekannya berangkat terlebih dahulu meninggalkan Junaidi menuju lokasi pemancingan di Teluk Sembulungan.

Hingga ketiga temannya tiba di sekitar lokasi pemancingan di sekitar perairan Selat Bali dan melakukan aktivitas memancing selama dua hari, perahu Junaidi tak kunjung terlihat.

”Setelah tiga rekannya pulang ke Patoman, ternyata Junaidi tidak ada di rumah. Sejak itu korban dinyatakan hilang. Tim masih melakukan pencarian hingga saat ini. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” kata Komandan Tim Operasi Basarnas, Nur Holis Majid. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.