Kasepuhan Bumi Perdikan Majan, Anugerahkan Gelar Khusus Untuk Mensios Tri Risma Harini

oleh -
oleh

Tulungagung, Arahjatim.com – Sebagai tradisi yang selalu dijaga oleh Keluarga Kasepuhan Majan, dalam setiap tahun, ada dua tradisi yang selalu dijaga secara terus menerus dan berkelanjutan. Tradisi itu adalah Haul Agung dan Grebeg Maulud. Dari kegiatan tradisi itu, kasepuhan Majan selalu menggelar tradisi pemberian gelar adat kepada tokoh tokoh yang pantas menerimanya. Untuk grebeg Agung ini, Juni 2014, nama menteri sosial Tri Risma Harini, di daulat untuk menerima gelar adat tersebut.

Resmi dapat gelar bangsawan Raden Ayu Adinegoro, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam pidato sambutanya , cerita mengenang masa kecil yang sering datang ke tanah pardikan, Majan, Tulungagung. Risma sendiri mendapat gelar kebangsawanan Raden Ayu Adinegoro (RAA) dari yayasan Sentono Dalem Perdikan Majan dan disematkan melalui acara ritual pada Kamis (6/6/2024) malam.

Ditemui selepas penyematan tanda gelar dan penyerahan surat ” kekancingan “, Raden Ali Sodik yang merupakan Ketua Kasepuhan Setono dalem Majan mengatakan jika gelar Raden Ayu Adinegoro (RAA), adalah penghargaan atas dedikasi keluarga ndalem kasepuhan kepada tokoh tokoh yang ikhlas bekerja untuk bangsa dan negara.

pasang iklan_rev3

Sebelum pemberian gelar atau penghargaan, pihak Kasepuhan Majan telah melakukan kajian dan penelusuran dengan sungguh-sungguh pada orang yang diberikan penghargaan ini.

“Kapasitas bu Risma mendapat gelar ini atas dedikasinya mengabdi dengan baik untuk negara. Kita tau beliau telah menempati berbagai jabatan dengan kinerja dan prestasi yang luar biasa, Ditambahkan Gus Ali, meski tanpa penyematan gelar RAA, Tri Rismaharini adalah keluarga besar yang punya trah atau keturunan langsung dari Majan.” pungkasnya.

Sementara Dari Mensos, dengan diterimanya gelar , dirinya sangat mengapresiasi, dan berjanji akan selalu menjaga amanah, dari leluhur yang punya wilayah tanah Perdikan, yang artinya tidak pernah tersentuh oleh penjajah Belanda saat Indonesia belum merdeka.

“Dulu yang saya ingat namanya ada Sari, ternyata Tawangsari. Kemudian ada gapura didepan masjid dan saya bahkan main di menara, eh ternyata masih ada ya “. ungkap mantan walikota Surabaya.
Rupanya ingatan mantan Walikota Surabaya ini, kini terjawab. Dari penelusuran nasabnya, ternyata Risma masih merupakan keluarga besar Perdikan Majan, baik melalui jalur ayah maupun ibu.

“Ayah dan ibu saya itu juga masih sama-sama keluarga besar di sini. Masih saudara, memang kalau nasab orang-orang dulu ini mulek,” sambungnya.

Sementara mengenahi kegiatan tradisi dan adat seperti yang dilakukan di Yayasan Sentono nDalem Kesepuhan Majan, pemerintah daerah selalau mengapresiasi dan akan tetap mensuport demi edukasi generasi. Hal itu seperti yang disampikan PJ Bupati dalam kata sambutannya , dalam agenda penganugerahan gelar adat untuk Mensos Tri Risma Harini.

” Kami dari unsur pemerintah daerah Tulungagung, selalau memberi suport. Hal ini ada dua kepentingan yang bisa diambil. Pemberdayaan perekonomian lewat UMKM yang ada di desa Majan, yang kedua edukasi yang harus terus ditanamkan kepada generasi baru, agar tidak kehilangan jati diri, sebagai bagian dari nama besar Indonesia “. ( don1 )

No More Posts Available.

No more pages to load.