Bandung, ArahJatim.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung terus memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api dengan menutup perlintasan sebidang tidak terjaga.
Sepanjang 2025, KAI Daop 2 Bandung telah menutup 29 perlintasan tidak terjaga. Sementara hingga April 2026, sebanyak 9 perlintasan tambahan juga telah ditutup di berbagai titik wilayah operasional.
Penutupan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta pemangku kepentingan terkait. Sebelum penutupan, KAI juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan perlintasan sebidang tanpa penjagaan merupakan salah satu titik rawan kecelakaan.
“Penutupan ini merupakan langkah konsisten untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. Perlintasan tidak terjaga memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan data KAI, terdapat 342 perlintasan sebidang di wilayah Daop 2 Bandung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 perlintasan telah dilengkapi palang pintu resmi, sementara 227 lainnya belum memiliki penjagaan resmi, meski sebagian dijaga secara swadaya oleh masyarakat.
KAI mengimbau masyarakat untuk tidak membuka perlintasan sebidang baru secara ilegal maupun membuka kembali perlintasan yang telah ditutup. Tindakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan dan berpotensi mengganggu operasional kereta api.
“Kami mengingatkan bahwa pembukaan perlintasan tanpa izin melanggar ketentuan hukum dan berisiko tinggi terhadap keselamatan,” kata Kuswardojo.
Sesuai regulasi, perlintasan sebidang harus memenuhi persyaratan keselamatan serta memperoleh izin dari pihak berwenang. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi hukum.
KAI juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang dengan mematuhi rambu lalu lintas, berhenti sejenak, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Upaya ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan serta menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan tertib.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES





