Bandung, ArahJatim.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat kinerja positif selama periode libur panjang Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Dalam kurun waktu lima hari, mulai 30 April hingga 4 Mei 2026, sebanyak 74.664 pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api yang berangkat dari wilayah KAI Daop 2 Bandung.
Tingginya minat masyarakat mendorong tingkat okupansi kereta api melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia. Dari total 69.574 kursi yang disediakan, tingkat keterisian mencapai 107,3 persen.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa angka okupansi di atas 100 persen merupakan okupansi dinamis.
“Dalam satu perjalanan, satu kursi dapat digunakan lebih dari satu pelanggan dengan relasi berbeda. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus optimalnya pemanfaatan kapasitas angkut,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Sejumlah kereta api tercatat menjadi favorit masyarakat selama periode libur panjang. Di antaranya KA Sangkuriang dengan okupansi mencapai 229 persen, KA Malabar sebesar 187 persen, KA Kahuripan 182,5 persen, KA Cikuray 173,3 persen, serta KA Papandayan sebesar 148,1 persen.
Tingginya okupansi pada layanan tersebut menunjukkan preferensi masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai nyaman, tepat waktu, serta memiliki konektivitas antarkota yang baik.
Kuswardojo menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas layanan guna memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi.
“Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pengguna jasa,” katanya.
Capaian ini menjadi indikator kesiapan KAI Daop 2 Bandung dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen libur panjang, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi andalan masyarakat.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






