Kabupaten Pamekasan Kembali Peroleh Penghargaan WTP Untuk Kedelapan Kalinya

oleh -

Pamekasan, Arahjatim.com – Komitmen untuk terus merealisasikan good governance atau pemerintahan yang baik dan bersih terus-menerus dilakukan pemerintah kabupaten Pamekasan.

Bahkan bukan hanya terus membersihkan praktik jual beli jabatan saja, termasuk terus mempertahankan transparansi laporan keuangan yang wajar tanpa pengecualian pada badan pemeriksa keuangan dan menteri keuangan dan sampai saat ini terbukti nyata.

Terbukti, Pemkab Pamekasan kembali berhasil mempertahankan opini WTP pada tahun ini. Tak ayal jika menurut data sudah tercatat hal ini diraih selama 8 kali secara berturut-turut menurut lansiran resminya.

arahjatim new community
arahjatim new community

Itu terhitung sejak tahun 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, dan tahun 2021. Sebelumnya pada tahun 2011 meraih opini yang sama, yakni WTP. Hanya saja pada tahun 2012, dan tahun 2013 meraih opini wajar dengan pengecualian (WDP).

“Opini atas laporan keuangan disusun dengan mempertimbangkan empat kriteria, yakni kesesuaian laporan keuangan dengan SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan), dan Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” tegas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Kamis (19/5/2022).

Selain itu, menurut Baddrut Tamam, kriteria berikutnya adalah efektivitas SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah). Selain soal kecukupan pengungkapan atau adequate disclosures yang harus dipenuhi oleh jajarannya selama ini.

“Kami sampaikan terima kasih kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah bekerja maksimal memberikan yang terbaik untuk pembangunan dan kemajuan Kabupaten Pamekasan,” ucapnya.

Baginya, komitmen besar itu tidaklah mudah dilakukan jika tidak didukung oleh segenap lapisan dan elemen masyarakat Bumi Gerbang Salam. Mulai dari jajaran para pejabat, para staf di pemerintah daerah hingga segenap warga Pamekasan yang mendukung berbagai program prioritas utama besutannya selama ini.

Tak ayal jika dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah atau PAD setempat terus bergulir tanpa aral yang berarti. Ini merupakan wujud kerja kolaborasi dan Kondusifitas daerah dalam semangat bersama untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat hingga ke pelosok.(ndra).

No More Posts Available.

No more pages to load.