Tulungagung, ArahJatim.com –Fenomena menjamurnya lembaga pemantau demokrasi menjelang pesta pemilihan umum sering kali meredup sesaat setelah pemungutan suara usai. Menanggapi hal tersebut, Jaringan Masyarakat Pemantau Pemilu Independen Indonesia (JAMPPII) menegaskan pentingnya konsistensi dalam mengawal jalannya pemerintahan, tidak hanya saat kontestasi berlangsung, tetapi juga hingga janji-janji politik direalisasikan.
Hal ini menjadi sorotan utama dalam acara Pendidikan Politik bagi Kader JAMPPII Tulungagung yang digelar pada Sabtu (27/11) di salah satu hotel di Tulungagung. Kegiatan ini bertujuan mengasah insting kritis para kader agar tetap aktif melakukan pengawasan berkelanjutan demi kemajuan daerah.
Konsistensi Pengawalan: Sebelum dan Sesudah Pesta Demokrasi
Ketua Umum Nasional JAMPPII, R. Ali Sodik, dalam sambutannya menekankan bahwa peran pemantau demokrasi tidak boleh bersifat musiman. Menurutnya, semangat masyarakat dalam mengawasi pemilihan perangkat desa, kepala desa, hingga pemilihan presiden harus tetap terjaga meski pesta demokrasi telah berakhir.
”Pemantauan itu hendaknya konsisten, baik sebelum dan sesudah. Sebelum pemilu, kita mengawasi prosesnya. Sesudah pemilu, tugas kita adalah mengawal janji-janji kontestan, apakah mereka konsekuen atau tidak. Inilah esensi jika lembaga ingin benar-benar hadir bersama masyarakat,” tegas R. Ali Sodik.
Penguatan Organisasi dan Legalitas JAMPPII
Di tingkat daerah, Ketua JAMPPII Kabupaten Tulungagung, Muntolib, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang untuk memperkuat struktur organisasi di 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung. Ia juga menegaskan bahwa JAMPPII merupakan lembaga resmi yang telah mengantongi legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM.
”Proses pembentukan dan penguatan organisasi di daerah sudah kami lakukan secara matang, mulai dari tahap pra hingga pasca kegiatan. Konsolidasi ini penting agar setiap anggota di tingkat kecamatan memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial,” jelas Muntolib.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Ruang Koreksi
Agenda konsolidasi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tulungagung, H. Ahmad Bahrudin, didampingi pihak Bakesbangpol. Sebagai simbol kemitraan, acara ditandai dengan pengenaan jaket organisasi kepada Wabup dan perwakilan Bakesbangpol, menandai dukungan pemerintah terhadap keberadaan lembaga yang berdiri sejak 2018 ini.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wabup, Bupati Tulungagung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
”Kami mengajak semua komponen masyarakat untuk ikut mengawal, mengapresiasi, serta memberikan ruang koreksi bagi jalannya pemerintahan di daerah. Semua ini demi kebaikan dan kemajuan bersama masyarakat Tulungagung ke depan,” ungkap Wabup membacakan pesan Bupati.
Dengan adanya pendidikan politik ini, diharapkan kader JAMPPII Tulungagung mampu menjadi jembatan yang efektif antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah, memastikan setiap kebijakan yang diambil selaras dengan kepentingan publik. (don1)










