Inovasi Kelangkaan Pupuk, Masyarakat Nyawangan Sendang Ingin Berbagi Untuk Indonesia

oleh -
oleh

Tulungagung, ArahJatim.com – Secara langsung atau tidak langsung Akibat Perang Rusia- Ukraina, juga berdampak pada Indonesia, khususnya di bidang pertanian yang paling nyata.  Salah satu hal yang dirasakan para petani Indonesia, adalah mahalnya harga pupuk, dimana salah satu unsur berupa netrogen, dijual Rusia dengan harga yang tinggi. Penjualan dan harga itu juga mengharuskan para produsen pupuk tanah air, berpikir. Salah satunya langkah yang diambil pemerintah dengan biaya tinggi itu, adalah pengurangan subsidi pupuk, khususnya non pertanian musim. Itu adalah sebagian dari pernyataan dinas pertanian kabupaten Tulungagung, melalui kabid penyuluh pertanian, Triwidyono Agus Basuki, dalam kegiatan sosialisasi pupuk organik di desa nyawangan Kecamatan Sendang Tulungagung.

Agenda yang di mediatori  tokoh masyarakat, sekaligus ketua DPRD Tulungagung, Marsono itu, diharapkan petani itu tidak boleh terus menerus mengeluh, atas ” kelangkaan ” pupuk bagi petani. Petani harus terus berinovasi, dan cerdas memanfaatkan teknologi, untuk terus menerus belajar dunia pertanian, sehingga kedaulatan petani di Indonesia ini bisa terbentuk.

Seperti yang di gagas dan di fasilitasi tokoh muda desa Nyawangan Kecamatan Sendang, Slamet Wahyudi, dirinya mampu membuat pupuk  sendiri, dengan bahan bahan yang ada di sekitarnya. Mulai limbah ternak, limbah susu, limbah sampah pasar, dan lainya. Intinya semangat untuk maju dan tanpa ketergantungan pada pabrikan adalah hal yang sekarang harus menjadi keyakinan petani.

pasang iklan_rev3

” Sejak adanya pengurangan pupuk bagi petani, masyarakat Sendang juga berdampak. Hal yang nyata adalah sulitnya kami melakukan pemupukan suket gajah, yang merupakan kebutuhan ternak susu di daerah kami. Kalau saya hanya berteriak atau demo , tidak menyelesaikan masalah. Dari kondisi seperti itu, kami akhirnya membuat inovasi pupuk secara organik, yang masyarakat kami menyebutnya, pupuk probiotik. Inilah yang menjadi terobosan kami, untuk soal kebutuhan pupuk. Kami sudah tidak kuatir lagi, masalah pupuk, bila pemerintah melakukan pengurangan subsidi. Cara buat pupuknya juga mudah, murah, dan tidak kalah dengan pabrikan”, ungkap sang penggagas.

Sementara, apresiasi pemerintah kabupaten Tulungagung, cukup responsif, walau masih bersifat suport. Hal ini diakui oleh dinas LH, maupun Dinas pertanian, yang juga hadir dalam sosialisasi itu.

Kelebihan pupuk probiotik  Nyawangan ini, adalah soal pembuatan. Disamping  mudah, prosesnya relatif cepat, dan mudah digunakan. Sementara terkait hasil sejenis, prosesnya membutuhkan waktu relatif lama. Untuk pupuk organik Nyawangan ini, dengan waktu 10 sampai 20 menit, pupuk langsung bisa digunakan oleh petani.

Ada hal yang menarik dari acara sosialisasi Minggu,10/9/2023 itu. KETUA DPRD Tulungagung Marsono, sangat suport, bahkan kalau ada masyarakat Tulungagung yang membutuhkan, akan diberinya gratis.

” ini bukan layanan politis praktis, kalau soal pupuk ini, silahkan semua kelompok memanfaatkan. Walau saya orang PDIP, Monggo tokoh partai lain atau siapapun memanfaatkan inovasi kami. Kami ini kalau sudah begini, ini politiknya adalah kemanfaatan bagi masyarakat. Tidak tergantung bendera. Jadi jujur, hal ini adalah upaya membangun kesadaran bersama , bagaimana menjadi para petani ini memiliki kedaulatan petani, yang nantinya akan memiliki daya tawar, atas produk produk pertanianya “, tambah Marsono

Pupuk yang dikemas dalam galon bekas air mineral ini, sengaja di berikan gratis, bahkan kalau daerah pertanianya  masih butuh, pihak penggagas akan siap berbagi bagaimana caranya membuat pupuk organik secara probiotik ini , dengan mengirimkan tim, untuk bisa membuat sendiri dengan memanfaatkan limbah limbah disekitar patr petani, mulai dari kotoran hewan, kotoran ayam, bahkan sampai sampah pasarpun, bisa dimanfaatkan, dan waktunya relatif pendek, untuk bisa digunakan memupuk tanaman para petani.

” Kita harus pakai pola SAT -SET, mulai berbuat  dalam menyikapi kelangkaan pupuk. Bagi yang pingin belajar silahkan datang di desa Nyawangan, kerumah kami, buktikan sendiri, termasuk hasilnya ketika di terapkan pada tanaman di sekitar daerah kami, syukur tidak hanya sekup Tulungagung, seIndonesia , kami siap berbagi, kata laki laki yang kini menjabat ketua DPRD Tulungagung, yang didampingi Slamet Wahyudi, sang penggagas pupuk probiotik Nyawangan Kecamatan Sendang Tulungagung. (dni)

No More Posts Available.

No more pages to load.