Gudang Kayu Dan Mebel Di Jalan Brawijaya Ludes Terbakar

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/49392770556_7d26fbc2b0_b.jpg

Banyuwangi, Arahjatim.com – Sebuah gudang penyimpanan kayu dan mebel produksi di Jalan Brawijaya, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi ludes dilalap si jago merah, Kamis (16/1/2020) pagi. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, api tampak membara membakar isi gudang yang banyak berisi kayu jati dan mebel hasil produksi ini.

Warga pun mencoba untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun upayanya sia-sia. Banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalam gudang membuat api semakin membesar.

Beruntung setengah jam kemudian, empat mobil pemadam kebakaran akhirnya tiba di lokasi kejadian. Dibantu personel TNI/Polri, petugas pemadam bekerja ekstra keras memadamkan api lantaran api sulit untuk dijinakkan.

Menurut informasi warga sekitar, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.30 setelah salat subuh. Api pertama kali tampak membakar bagian tengah gudang yang banyak berisi kayu-kayu produksi. Kemudian api dengan cepat merembet ke berbagai penjuru yang ada di dalam gudang.

Selain melalap kayu, api juga tampak membakar mesin-mesin pemotong kayu yang ada di dalam gudang tersebut. Tidak ada yang tahu persis penyebab terjadinya kebakaran gudang mebel milik Abdullah Syihab itu. Sebab saat kebakaran terjadi, kondisi gudang sedang tidak berpenghuni.

Warga menduga, kebakaran disebabkan korsleting aliran listrik yang ada di dalam gudang. Kondisi tersebut dikuatkan dengan melelehnya meteran listrik yang ada di dalam gudang mebel.

“Tadi ada orang tahu setelah pulang salat subuh. Apinya itu pertama di bagian tengah terus merembet. Yang terbakar kayu, almari, pintu dan mesinnya juga. Kemungkinan karena konslet listrik, karena di dalam gudang ini juga banyak kabel-kabel,” kata Hariyadi, warga setempat.

Hingga pagi ini titik-titik api masih tampak menyala di beberapa sudut gudang. Kepulan asap juga masih tampak membumbung ke udara. Petugas pemadam dan TNI/Polri masih bersiaga di lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang membara. Akibat kebakaran tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Untuk kerugian kita masih belum bisa memastikan. Waktu kejadian gudang memang sedang tidak ada orang. Ini gudang kayu, juga untuk produksi mebel. Untuk penyebab pastinya kita juga belum tahu,” kata Karim, pengawas gudang kayu dan mebel yang terbakar. (ful)