Kediri, ArahJatim.com – Aksi nekat kejahatan berbasis cash on delivery (COD) kembali terjadi. Sebuah insiden perampokan emas batangan bernilai ratusan juta rupiah berhasil digagalkan secara dramatis di wilayah Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Senin lalu.
Aksi penggalangan perampokan ini mendadak viral di media sosial setelah rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik suami korban yang mengendarai mobil langsung mengejar dan menabrak sepeda motor milik kedua pelaku hingga tersungkur.
Bermula dari Pesanan via WhatsApp
Peristiwa menegangkan ini bermula saat korban, Karina, mendapat pesanan emas batangan seberat 95 gram dari calon pembeli melalui pesan WhatsApp. Setelah disepakati, transaksi dilakukan secara tatap muka (COD) di sebuah rumah.
Di dalam rumah tersebut, korban memperlihatkan barang bukti emas batangan senilai Rp 250 juta kepada dua orang pria yang menjadi calon pembeli. Namun, situasi berubah drastis saat korban lengah.
Ketika Karina sedang sibuk menulis nota pembayaran, kedua pelaku berinisial MN dan MA dengan cepat mengembat emas batangan tersebut. Tak hanya membawa lari emas, para pelaku juga mengunci korban dari luar rumah agar tidak bisa mengejar.
Pengejaran Dramatis dan Pelaku Bertumbangan
Beruntung, korban tak kehilangan akal. Meski terkunci dari dalam, Karina langsung berteriak sekencang-kencangnya sembari menghubungi suaminya via telepon seluler. Sang suami yang saat itu memang sedang bersiap dan menunggu di dalam mobil tak jauh dari lokasi kejadian langsung merespons cepat.
Melihat kedua pelaku tancap gas menggunakan sepeda motor, suami korban tanpa ragu melakukan pengejaran. Tak butuh waktu lama, mobil sang suami berhasil memepet dan menghantam sepeda motor pelaku hingga kedua begal tersebut tersungkur ke jalanan.
Warga sekitar yang mendengar kegaduhan dan teriakan korban langsung menyergap kedua pelaku sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.
”Kini kedua pelaku masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri akibat benturan saat terjatuh. Sementara itu, satu terduga pelaku lainnya yang diduga terlibat masih dalam proses pengejaran petugas,” ujar Kapolsek Mojoroto, Kompol Rudi Purwanto.
Atas kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan memilih tempat yang aman, seperti kantor polisi atau area publik ber-CCTV ketat, saat hendak melakukan transaksi barang berharga bernilai tinggi secara COD.












