Malang, ArahJatim.com – Unit Keahlian Mahasiswa Fotografi Independent and Earth Wisdom (FIEW) Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang menggelar Banyuwara Exhibition di Malang Creative Center (MCC), 10–12 Juli 2026. Pameran fotografi ini menjadi bagian dari program Fotografi Creative Universe yang menampilkan hasil eksplorasi budaya Banyuwangi melalui karya visual mahasiswa.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Galeri Seni MCC Lantai 4 dengan dukungan Malang Creative Center dan Desa Kemiren. Pameran menyasar mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum dengan target sekitar 200 pengunjung.
Makna Banyuwara dan Cerita dari Bumi Blambangan
Nama Banyuwara berasal dari gabungan kata Banyu yang merujuk pada Banyuwangi dan Wara atau woro-woro yang berarti kabar. Filosofi tersebut melahirkan tema “Banyuwaraloka”, yakni dunia yang membawa kabar dari Banyuwangi.
Seluruh karya merupakan hasil perjalanan anggota muda FIEW saat mengikuti program Hunting Besar ke Kabupaten Banyuwangi. Peserta mengeksplorasi sejumlah lokasi yang merepresentasikan identitas daerah tersebut.
Panitia mengangkat sejumlah destinasi sebagai lokasi eksplorasi. Di antaranya kawasan De Djawatan dengan deretan pohon trembesi serta Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang dikenal menjaga tradisi dan budaya lokal.
Selain fotografi lanskap dan human interest, peserta juga menghadirkan karya Food and Beverage Photography yang mengangkat kuliner khas Banyuwangi.
Rangkaian Acara Selama Tiga Hari
Banyuwara Exhibition menghadirkan berbagai kegiatan yang memperluas wawasan peserta. Ajang ini juga menjadi ruang belajar bagi mereka.
Rangkaian kegiatan meliputi:
- 10 Juli 2026: Opening ceremony, pemotongan pita, penayangan aftermovie Hunting Besar, dan pembukaan pameran.
- 11 Juli 2026: Workshop bertema Strategi Membangun Karir dan Personal Branding di Dunia Fotografi bersama Iswahyura Putra Wasisa, S.I.Kom.
- 12 Juli 2026: Sarasehan, diskusi interaktif, serta bedah karya bersama senior, kurator, dan pengamat fotografi.
Setiap foto dan video yang dipamerkan dilengkapi deskripsi agar pengunjung memahami cerita dan makna di balik setiap karya.
FIEW Ingin Pengunjung Merasakan Banyuwangi Lewat Karya Visual
Ketua Pelaksana Fotografi Creative Universe, Muhammad Irfan Maulana, mengatakan pameran ini menjadi bentuk pertanggungjawaban atas proses kreatif mahasiswa selama mengikuti Hunting Besar.
“Banyuwara Exhibition bukan sekadar memajang hasil hunting kami di Banyuwangi, tapi bentuk pertanggungjawaban karya sekaligus cara kami membagikan cerita, kehangatan, dan kearifan lokal yang kami temui di sana kepada teman-teman di Malang. Kami berharap pengunjung tidak hanya melihat foto, tapi ikut merasakan kedekatan emosional dengan Bumi Blambangan,” ujarnya.
Workshop dan Sarasehan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa
Ketua Umum UKM Fotografi Independent and Earth Wisdom (FIEW), Erisman Abdullah, menyebut pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya, tetapi juga media pembelajaran.
“Melalui Banyuwara Exhibition, kami ingin menegaskan peran FIEW sebagai wadah eksplorasi estetika dan narasi visual bagi mahasiswa. Kami berharap pameran ini menjadi ruang belajar bersama, dari sesi workshop hingga sarasehan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya dan mempererat kekeluargaan dengan komunitas fotografi lain,” katanya.
Fotografer Berprestasi Bimbing Peserta Workshop
Workshop menghadirkan fotografer lepas asal Pasuruan, Iswahyura Putra Wasisa, S.I.Kom. Sejak 2020, fotografer yang akrab disapa Yura itu telah meraih lebih dari 300 prestasi fotografi di tingkat regional, nasional, dan internasional.

Selain aktif menjadi juri berbagai kompetisi fotografi, Yura juga mempublikasikan karya-karyanya di sejumlah media nasional. Ia juga memamerkan karya tersebut dalam ajang fotografi internasional di Beijing, Hanoi, dan Indonesia International Youth Photo Festival 2026.












