Tulungagung, ArahJatim.com – Sebuah kejadian di wilayah kecamatan Karangrejo Tulungagung, perkara GTT ( guru tidak tetap ),yang menginginkan status wali kelas, malah mengakibatkan pendidik yang sudah PNS dikalahkan untuk dipindah tugaskan . Hal ini ditempuh institusi guna memberi solusi, untuk dua GTT, bisa mendapatkan posisi apa yang diharapkan. Dari sumber yang diterima ArahJatim.com, infonya dua GTT itu sama- sama memiliki orang kuat dibelangnya.
Hal tersebut terjadi di SDN Bungur 1, kecamatan Karangrejo Tulungagung. Kejadian bermula dari GTT yang menjadi wali kelas 3, bernama Yoga , yang telah mengajar selama tiga tahun. Kemudian, GTT lainya, Eva adalah GTT yang sama, dengan masa mengabdi sekitar 10 tahun.
Seperti santer di lingkup para pendidik, pemerintah kabupaten Tulungagung, dalam memberikan peluang, atau pengakuan profesi tidak lagi langsung diangkat menjadi PNS, tetapi melalui jalur P3K ( Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Adapun syarat untuk bisa ikut, P3K, guru harus sudah menjadi wali kelas. Dalam kondisi ini, Eva yang memiliki masa pengabdian lebih lama, meminta kepada kepala sekolah, untuk meminta menjadi wali kelas. Salah satu peluang, yang ada , yang saat ini dimiliki Yoga, karena semua wali sudah berstatus PNS.
Merasa posisinya diinginkan, pihak Yoga berkeras untuk tidak mau melepas status wali kelas 3. Dirinya beralasan, sebelumnya Eva diberi tanggung jawap, tetapi menolak.
” Ya saya tidak mau, masa dulu ditunjuk tidak mau, terus sekarang karena ada syarat menjadi P3K, kok meminta posisi saya, dengan alasan masa kerja. Hal ini apalagi saya sudah menjadi wali dengan tanggung jawap saya yang tidak pernah saya tinggalkan”, papar yoga pada ArahJatim.com.
Ditambahkan Yoga, kini jalan yang ditempuh pihak sekolah, memberikan peluang kepada dua-duanya ( GTT), tetapi Eva menjadi wali kelas 3, yang sebelumnya diduduki Yoga, sedang yoga dijadikan wali kelas 6. Hal janggal lagi, karena sebelumnya wali kelas 6 itu adalah Wiyanto, guru PNS, yang kebetulan bapaknya Yoga, dimutasi ke lembaga lain, infonya masuk staf di UPTD kecamatan.
Sementara kepala sekolah SDN 1 Bungur kecamatan Karangrejo, Usup belum bisa digali informasinya, karena mengaku masih dalam sebuah perjalanan. Sepintas dirinya mengaku sudah ada titik temu, walau ketika ditanya lainya, kepala sekolah itu meminta media untuk bertemu besuk, Jumat, 22/7/2022 di sekolah.
Hal yang sama juga disampikan kepala UPTD Kecamatan Karangrejo, Cindelaras, walau belum bisa diklarifikasi secara langsung , karena kegiatan lain yang dijalankan Kamis 21/7/2022, pihaknya meminta agar media bertemu di kantornya Jumat,22/7/2022.
” Ya mas saya sudah mendapatkan info itu,tetapi kemarin sudah dirapatkan kok, untuk lengkapnya besuk saja kita bertemu ” ungkap kepala UPTD melalui HPnya. (dni)











