Kediri, ArahJatim.com – Pemerintah Kota Kediri kembali tancap gas di akhir tahun 2025 dengan mengawasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) Tahap I. Bantuan ini disalurkan melalui PT Pos Indonesia mulai Sabtu (22/11) hingga Rabu (26/11), menjadi stimulus vital untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah momentum akhir tahun.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttaqin, pada Senin (24/11), menegaskan bahwa program dari Pemerintah Pusat ini diberikan satu kali di akhir tahun, mencakup alokasi bulan Oktober, November, dan Desember, dengan total besaran Rp900.000,- (Rp300.000,- per bulan).
”Program ini cuma sekali, kami tidak mengetahui kebijakan ke depan seperti apa. Apakah sifatnya berkelanjutan atau tidak, kecuali ada perubahan kebijakan,” ujar Imam, mengingatkan agar masyarakat bijak memanfaatkan bantuan ini.
Siapa Saja Penerima BLTS?
Sasaran utama BLTS adalah masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrim Nasional (DTSEN) desil 1 sampai 4.
- Penerima Bantuan Rutin (PKH & BPNT): Sudah disalurkan melalui kartu ATM Bank Mandiri dan Himbara.
- Penerima Baru/Belum Pernah Menerima Bantuan: Disalurkan melalui PT Pos Indonesia, seperti yang sedang berlangsung saat ini.
Pembagian 5 Tahap Demi Kelancaran
Total ada 34.882 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Kediri yang menjadi sasaran program ini. Agar proses distribusi berjalan tertib dan lancar, penyaluran dibagi ke dalam lima tahap.
- Tahap I: Menyasar 4.351 KPM (22-26 November).
- Tahap Selanjutnya: Akan menyusul sesuai jadwal yang ditetapkan.
Imam Muttaqin mengimbau masyarakat yang belum menerima untuk bersabar menunggu jadwal di tahap-tahap berikutnya.
Kisah Haru Penerima Bantuan: Modal Jualan!
Kebahagiaan terpancar dari wajah Slamet, seorang KPM dari Kelurahan Ngadirejo. Pria yang datang sejak pukul 7.30 pagi ini mengaku hari ini adalah kali pertamanya mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
”Alhamdulillah senang sekali dapat bantuan, biasanya tidak dapat apa-apa baru pertama dapat bantuan,” ucap Slamet bersyukur.
Uang tunai Rp900.000,- tersebut rencananya akan Ia gunakan untuk modal berjualan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. (das)







