Tulungagung, ArahJatim.com – Keseriusan pemerintah terhadap masalah Stunting, tidak mau setengah setengah. Dengan banyak pertimbangan, program ini nantinya akan sangat berpengaruh terhadap generasi mendatang Indonesia.Hal itulah yang secara gamblang ingin disampikan kepada publik, bahwa masalah tersebut adalah masalah yang sangat serius. Terbukti hal itu terungkap dalam agenda “Rembuk Stunting tahun 2023 ” di salah satu Hotel Tulungagung, Senin 5/6/2023.
Sekretaris Bappeda Pemkab Tulungagung, Rusdianto dalam pembukaan rembuk stunting yang digelar pada Senin, memberikan data dalam kata sambutanya.
” Berdasarkan hasil timbang ukur bulan Agustus tahun 2022, masih ditemukan lebih dari 2.240 Balita di Tulungagung yang masuk kategori stunting, kendati prevalansinya di kisaran 4,25% dan lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya “.
Sementara dari dinas kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Kasil Rokhmat, MMRS., melalui Pelaksa tugas (Plt) Sub Koordinasi Kesehatan Gizi Masyarakat Yennis Lusiana Indah disela-sela mengikuti stan pameran Rembuk Stunting menyatakan keseriusan. Lembaganya dalam mensukseskan hal itu.
“Hari ini kita sosialisasikan terkait Antropometri kit yaitu rangkaian alat yang berfungsi untuk mendeteksi stunting pada anak melalui pengukuran berat badan, panjang dan tinggi badan serta lingkar lengan atas dan kepala, dan ini salah satu upaya serius dinas kami tentang hal Stunting”, ungkapnya di salah satu stand pameran diacara Senen siang tersebut.
Menyikapi masalah Stunting yang merupakan Isyu nasional itu pihak pemerintah daerah secara all about, telah banyak mengerahkan seluruh devisi yang ada. PKK juga berperan yang cukup signifikan, selain masing masing OPD juga memiliki program dimaksud dalam penganggaranya. Hal itu juga ditegaskan Bupati Tulungagung Drs Maryoto Bhirowo yang juga hadir dalam event rembuk Stunting 2023.
” Selama ini sejumlah OPD dan Instansi samping sudah pro aktif mendukung pengentasan dan pencegahan stunting, kami juga mengajak Kepala Desa untuk tak ragu-ragu lagi menggunakan sebagian anggaran Dana Desa dalam pencegahan dan penanganan Stunting. Dalam aturan penggunaan Dana Desa, isu stunting sudah menjadi hal yang bisa dianggarakan dengan menggunakan Dana Desa, oleh sebab itu kita harus apresiasi kerja kerja ini “, ungkap Bupati. (dni)










