Dana Hibah Tahun 2019 Belum Ter-SPJ, Puluhan Pemuda Geruduk Pemprov Jatim

oleh -

Surabaya, Arahjatim.com – Terdapat kejanggalan dalam penggunaan dana hibah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Selamatkan Jawa Timur (GAS-Jatim) geruduk kantor Pemprov.

Dalam dokumen pertanggung jawaban pelaksana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim tahun 2019 dan dokumen LHP BPK RI perwakilan Provinsi Jatim tahun 2019, tercatat per 17 Maret 2020 ada 11 SKPD di lingkungan Pemerintah Jatim yang belum menyetorkan laporan pertanggung jawabannya.

Sedikitnya total keseluruhan yang belum ter SPJ senilai 2,9 triliun rupiah dari 11 SKPD yang hingga kini belum jelas peruntukannya, siapa penerimanya dan dimana tempatnya serta untuk kegiatan apa saja.

Ketua GAS-Jatim, Ahmad Annur mengatakan bahwa berdasarkan hasil kajian yang dilakukan terkait dana hibah Pemprov Jatim tahun 2019 terdapat banyak kejanggalan.

“Kami temukan adanya kejanggalan yang perlu kami klarifikasi dan perlu kami sampaikan kepada Gubernur Jatim demi perbaikan tatakelola dana hibah di lingkungan Pemprov Jatim,” kata Ahmad dalam orasinya, Senin (24/8/2020) di depan kantor Pemprov Jatim.

Menurutnya ada 11 SKPD di lingkungan Pemerintah Jatim yang belum menyetorkan SPJ dengan total nominal yang cukup besar. Lebih dari 2,9 triliun rupiah yang hingga kini belum ter SPJ.

Dirinya menuding bahwa dana hibah sebesar 2,9 triliun belum jelas peruntukannya, penerimanya, tempatnya, serta digunakan untuk kegiatan apa saja.

“Sehingga perlu kami tanyakan kepada ibu Gubernur Jatim, jangan sampai dana ini menjadi dana bancakan yang hanya dimanfaatkan oleh orang atau kelompok tertentu,” ujar Ahmad.

Bersamaan dengan aksinya, GAS-Jatim meminta kepada gubernur untuk melakukan evaluasi terhadap semua SKPD utamanya yang belum menyetorkan SPJ dana hibah, memperbaiki tatakelola dana hibah mulai dari sistem perencanaan hingga pelaporan, transaparansi penyaluran dan penggunaan dana hibah, meminta kejelasan penggunaan dana hibah yang tidak ter SPJ kan sebesar 2,9 triliun.

Menanggapi hal itu Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahjono saat menemui sebagian massa aksi di Pemprov Jatim, mengatakan terimaksih telah memberikan masukan dan ikut serta memperbaiki Provinsi Jatim.

“Terimaksih telah memberikan masukan dan ikut serta dalam upaya memperbaiki Provinsi Jawa Timur. Untuk dana hibah yang masuk catatan BPK sudah menyetorkan ke inspektorat, karena punya waktu 2×30 hari. Kami akan menindaklanjuti agar dipublikasikan,” cetusnya. (fat/rd/fm)