Jakarta, ArahJatim.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang berencana menggunakan dana sitaan kasus korupsi untuk membantu pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih. Dukungan itu disampaikan LaNyalla pada Kamis (7/5/2026) di Jakarta.
Menurut LaNyalla, penggunaan uang hasil sitaan koruptor untuk program rakyat merupakan bentuk keadilan substantif karena dana yang sebelumnya dirampas melalui praktik korupsi dikembalikan kepada masyarakat lewat program yang langsung dirasakan manfaatnya.
“Saya mendukung. Selain untuk mengurangi beban APBN, pada hakikatnya ini adalah mengembalikan uang rakyat kepada pemilik sahnya, yaitu rakyat itu sendiri melalui program yang secara langsung juga diterima oleh rakyat,” ujar LaNyalla.
MBG Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Baru
Ketua DPD RI ke-5 itu menilai program Makan Bergizi Gratis kini berkembang menjadi salah satu intervensi publik terbesar dalam sejarah Indonesia modern. Ia mengutip hasil kajian KADIN Indonesia yang menyebut perputaran uang dari jaringan dapur MBG mencapai Rp900 miliar per hari.
Menurutnya, perputaran dana tersebut menciptakan efek ekonomi berantai karena belanja pemerintah tidak berhenti pada konsumsi akhir, tetapi turut menggerakkan sektor produksi dan rantai pasok pangan nasional.
LaNyalla juga mengungkapkan data kajian BPS tahun 2025 yang menunjukkan injeksi anggaran Rp43,28 triliun menghasilkan dampak output ekonomi mencapai Rp294,08 triliun atau multiplier effect sebesar 1:7.
Soroti Ketahanan Pangan dan Peternak Lokal
Meski mendukung program MBG, LaNyalla mengingatkan pemerintah agar tidak mengambil jalan pintas dengan impor bahan baku pangan. Ia mencontohkan kebutuhan susu sapi untuk program MBG yang saat ini masih belum mencukupi.
Menurutnya, pemerintah harus memperkuat peternak dan pekebun kecil agar mampu menjadi bagian utama rantai pasok program MBG. Ia berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berfungsi sebagai off-taker bagi hasil produksi masyarakat desa.
“Rantai pasok itu yang harus dibangun. Itu salah satu tugas Koperasi Desa. Jangan sekadar menjelma menjadi mini market baru, tapi yang dipajang barang-barang hasil industri besar dari pemasok besar,” tegasnya.







