Cita-Cita Tak Tercapai, Pria Mengaku Polisi Ditangkap Karena Rampas HP

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48874801578_34d109e360_b.jpg
Kapolres Blitar, AKBP Budi Hermanto memberikan keterangan pers saat rilis kasus tindak perampasan hp oleh pria yang mengaku polisi di Mapolres Blitar, Kamis (10/10/2019). (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Satreskrim Polres Blitar menangkap Andik Sauptra (25) warga Desa Jingglong Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Pria tersebut mengaku sebagai anggota polisi Polres Blitar, dan merampas handphone tiga remaja yang jadi korbannya.

Kapolres Blitar, AKBP Budi Hermanto mengatakan, Andik alias Colopok ditangkap Satreskrim Polres Blitar saat berada di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Setelah merampas gawai pada 10 Januari 2019, dan kabur ke Palangkaraya.

“Pelaku mengaku sebagai salah satu anggota polisi di Polres Blitar dan mendatangi korban. Pelaku juga berdalih sedang menyelidiki kasus pembunuhan dan merampas handphone milik korban. Pelaku juga memukul kelapa korban karena menolak menyerahkan handphonenya,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Blitar, Kamis (10/10/2019).

Dari hasil penyelidikan, pelaku pernah mendekam di Polres Blitar dengan kasus pencurian laptop. Pelaku baru keluar dari penjara akhir tahun 2018 lalu. Atas perbuatannya, pelaku telah melanggar pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sementara itu, Andik mengaku, pernah berkeinginan menjadi polisi. Namun, hal itu tidak terwujud sampai saat ini. “Belum pernah mendaftar, hanya cita-cita saja,” katanya.

Ketika merampas gawai itu, Andik mengaku, dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol. “Saat itu saya habis mabuk berat. Tidak tahu sampai memukul korban, dan bawa-bawa nama polisi,” akunya. (mua)