Camilia Sofyan Ali Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Camilia Sofyan Ali, Terdakwa atas kasus penipuan pengadaan 260 ton gula patut bersyukur setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya hanya menjatuhkan pidana terhadap dirinya selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Padahal sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarni dari Kejaksaan Negeri Surabaya menuntut pidana penjara Camelia selama 2 tahun.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Khusaini menyatakan terdakwa Camilia Sofyan Ali telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan.

“Terdakwa Camilia Sofyan Ali dinyatakan melakukan tindak pidana. Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan menggunakan nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” ucap Ketua Majelis Hakim Khusaini di Ruang Tirta I, Rabu (31/3).

Menurut pertimbangan majelis hakim, Camilia sudah merugikan Hj. Mulianti

“Hal yang meringankan, terdakwa mengakui semua perbuatannya, bersikap sopan selama menjalani persidangan, dan memberikan SHM Ruko miliknya sebagai jaminan pembayaran kepada saksi Hj. Mulianti,” imbuh Khusaini

Atas putusan ini, baik terdakwa Camilia Sofyan Ali dan JPU Suwarni sama-sama menyatakan pikir-pikir,” pikir-pikir Pak Hakim,” ujar Camelia.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat Hj. Mulianti ditunjuk sebagai suplier gula oleh Bulog Jatim. Kemudian ia dikenalkan Putri (pegawai Bulog) kepada terdakwa.

Bermodalkan badan hukum berbentuk UD Pawon Sejahtera, akhirnya terjalin kerja sama antara H Mulji dengan terdakwa. Hj Mulianti kemudian membayar Rp 2,7 miliar dan Rp 318 juta kepada terdakwa menggunakan uang yang sebelumnya didapat dari pembayaran oleh Bulog Jatim.

Namun, setelah terdakwa menerima sejumlah uang tersebut dari Hj. Mulianti, pada 17 Pebruari 2020 terdakwa hanya mengirimkan gula kepada saksi Hj. Mulianti sebanyak 25 ton dari kesepakatan pembelian pertama sebanyak 260 ton.