Bupati Pamekasan: Jadikan Momentum Harsiarnas Sebagai Penyemangat di Masa Pandemi

oleh -
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. (Foto: arahjatim.com/adv-ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Presiden Joko Widodo telah menetapkan tanggal 1 April sebagai Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas). Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 9 tahun 2019.

Penentuan tanggal ini didasarkan pada siaran perdana radio Solosche Radio Vereniging (SRV) yang mengudara di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 1 April 1933 silam. Terbentuknya SRV diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegoro VII yang memandang perlunya media penyiaran sebagai alat pemersatu dan perjuangan bangsa.

Oleh karenanya momentum ini kemudian dinilai sebagai tolok ukur kebangkitan dunia penyiaran nasional dari masa prakemerdekaan Indonesia.

Terkait Harsiarnas ini Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menaruh perhatian khusus pada insan penyiaran nasional. Baddrut Tamam menuturkan bagaimana peran insan penyiaran pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Mangkunegoro VII kala itu, melihat perlunya media pemersatu dan perjuangan bangsa. SRV merupakan radio pertama yang dimiliki oleh orang Indonesia. Terutama dalam penyebarluasan informasi dan penguatan komunikasi kaum pribumi yang saat itu dalam gejolak dan gelora kebangsaan yang kuat. Peringatan ini diharapkan bisa menginspirasi setiap insan penyiaran dan pemangku kepentingan,” ucap Baddrut Tamam, Kamis (31/3/2021).

Baddrut menjelaskan, peringatan Harsiarnas tahun ini mengangkat tema ‘Penyiaran Sebagai Pendorong Kebangkitan Ekonomi Pasca Pandemi’. Tema ini menunjukkan optimisme dan spirit baru bahwa pandemi Covid-19 akan segera berakhir.

Melalui semangat itu, lembaga penyiaran diharapkan bisa menjadi pendorong dan inspirator pemulihan ekonomi pascapandemi.

“Kita semua juga berharap dunia penyiaran dapat terus menyuguhkan konten yang sehat, berkualitas, akurat serta berkomitmen melawan hoaks. Penyiaran berintegritas, Indonesia hebat,” tegasnya. (adv/ndra)