Blitar, ArahJatim.com – Memperingati bulan Muharam, ratusan nelayan di Pantai Tambakrejo Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar menggelar ritual Larung Sesaji, Senin (2/9/2109).
Ritual diawali dengan dua buah gunungan tumpeng dan kepala lembu dikirab dari Balai Desa setempat menuju bibir pantai. Ritual ini juga dihadiri Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM, Forkopimda, OPD dan Muspika Wonotirto, juga ribuan masyarakat hadir untuk melihat jalannya ritual.
Setelah diberi doa oleh tokoh desa, dua buah gunungan tumpeng dan kepala lembu serta perlengkapan ritual dibawa ke pelabuhan. Iringan gamelan dan tembang Jawa juga mengiringi arak-arakan dua gunungan dan kepala lembu menuju pelabuhan untuk dilarung.
Bupati Blitar Rijanto berharap tradisi ini terus dilestarikan. Selain sebagai rasa syukur kepada tuhan diharapkan dengan tradisi ini dapat mendongkrak potensi wisata Pantai Tambakrejo.
“Ini tradisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun, turun temurun. Di pantai selatan selalu dilakukan upacara tradisional larung sesaji. Di era modern kita maknai hal ini sebagai sesuatu yang positif untuk bersyukur atas kuasa tuhan serta mempromosikan wisata dan budaya Kabupaten Blitar,” jelas Bupati Blitar Rijanto.
Larung sesaji di Pantai Tambakrejo ini merupakan agenda tahunan untuk memperingati bulan Suro penanggalan kalender Jawa sekaligus Tahun Baru Islam 1441 Hijriah yang jatuh pada bulan Muharam.

Sementara Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso mengatakan, ritual larung sesaji ini menjadi agenda tahunan yang rutin dilakukan. Selain masih diyakini akan mendatangkan berkah bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, acara ini terbukti mampu mendongkrak sektor wisata di pesisir Blitar selatan, utamanya di Pantai Tambakrejo.
“Kami mengkolaborasikan antara tradisi, budaya dengan pariwisata agar bisa diterima oleh masyarakat luas, khususnya bisa mendongkrak sektor pariwisata di Kabupaten Blitar,” tutur Suhendro Winarso. (adv.hms.mua)










