Bill Gates, Pencari Vaksin Ratusan Juta Dolar Yang Diburu Teori Konspirasi

oleh -

Arahjatim.com – Bill Gates menjadi salah satu orang yang paling sering menjadi buah bibir saat masa pandemi, pidatonya tentang krisis kesehatan global 2015 lalu mendadak viral, dalam pidato tersebut ia memprediksi akan ada penyakit berbahaya yang mudah menyebar dalam waktu dekat.

Dalam pidatonya, terdapat kutipan kata yang khas yang menjadi perbincangan masyarakat dunia kali ini. Ia berujar akan ada banyak kematian yang tidak disebabkan oleh peperangan, melainkan oleh virus mematikan.

“Kalau 10 juta orang meninggal dalam beberapa dekade ke depan, penyebanya bukan perang, melainkan virus. Kita tidak siap menghadapi epidemi,” ucapnya dalam sebuah pidato yang diselenggarakan tahun 2015 lalu.

Belakangan, diketahui Pidato itu dilatarbelakangi kecemasan Bill Gates atas angka kematian flu Spanyol. Pandemi tersebut berhasil merenggut sekitar 65 juta nyawa di tahun 1918. Dalam dunia modern, kematian sebesar itu hanya terjadi karena perang dunia dan flu Spanyol.

Pidato 2015 adalah usaha Bill Gates memperingatkan dunia untuk bersiap jika harus menghadapi pandemi lagi. Namun celakanya pidato founder Microsoft itu malah dijadikan bahan konspirasi oleh sekelompok orang. Beberapa orang bahkan menuduh Bill Gates sebagai pencipta virus corona yang berniat menyuntikkan microchip ke tubuh semua orang,

Mengesampingkan tudingan beberapa pihak terkait ikut campurnya dalam kekacauan dunia akibat virus corona, Gates merupakan orang yang selama ini berkecimpung di yayasan kemanusiaan. Bill & Melinda Gates memang sejak lama menaruh perhatian pada isu kesehatan global. Maka ketika pandemi Corona merebak, mereka pun aktif membahas sekaligus mengambil tindakan.

Tak tanggung-tanggung, yayasan yang dibangunnya telah menggelontorkan USD 250 juta untuk membantu mengatasi Corona. Selain itu, Gates juga berulangkali menjelaskan soal vaksin Corona yang ia dukung pengembangannya.

“Vaksin pertama akan diberikan pada pekerja kesehatan dan mereka yang penting. Ini bisa terjadi sebelum 18 bulan mendatang jika semuanya berjalan dengan baik,” cetus sang pendiri Microsoft.

Perkiraan Bill Gates sesuai dengan beberapa pihak berwewenang. Anthony Fauci, kepala National Institutes of Health di Amerika Serikat, menyebut vaksin akan tersedia dalam waktu 12 sampai 18 bulan.

“Kita harus membuat banyak manufaktur untuk pendekatan berbeda-beda karena tahu sebagian tidak akan berhasil. Vaksin membutuhkan uji coba untuk memastikannya efektif dan aman,” tandas Gates.

Gates juga siap mengeluarkan miliaran dolar untuk membangun pabrik kandidat vaksin corona melalui yayasannya.

“Karena yayasan kami memiliki keahlian mendalam terkait penyakit menular, kami telah memikirkan epidemi, kami mendanai beberapa hal untuk lebih siap, seperti upaya (menciptakan-red) vaksin,” ujar Gates.

Mengenai harga yang akan ditawarkan oleh yayasan, Gates nyatanya tak ingin mengambil keuntungan atas apa yang menjadi penderitaan penduduk bumi saat ini

“Kita harus memastikan vaksin ini harganya sangat rendah dan ada dana untuk membelinya bagi setiap orang, apakah Anda berada di negara berpendapatan rendah, menengah atau tinggi. Dan itu bisa dilakukan,” jawab Melinda Gates saat ditanya mengenai harga vaksin corona nantinya.

Di kesempatan lain, Bill Gates menyebut masalah keuntungan atau harga sama sekali tidak ia pikirkan.

“Kami mendanai inovator untuk menciptakan vaksin, kami akan mendapatkan komitmen bahwa mereka tidak akan mencoba membuat profit berarti dari hal ini, karena ini adalah tipe kebutuhan darurat,” tegasnya.

“Kami akan membuat vaksin tersebut semurah yang kami bisa dan tidak ada keraguan bahwa uang (kami) akan atau seharusnya mendanai pembelian vaksin itu untuk setiap orang di planet ini,” tutup Bill.