Bawaslu Banyuwangi Bidik Seorang Ustaz Terkait Dugaan Kampanye Di Tempat Ibadah

oleh -
Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Anang Lukman. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Kasus video ustaz Supriyanto yang diduga melakukan kampanye hitam di Masjid Al Ihsan Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi terus bergulir. Tak hanya ditangani pihak kepolisian, kasus yang videonya viral di media sosial (medsos) tersebut juga mulai ditangani Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi setelah adanya laporan dari masyarakat.

Menurut Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Anang Lukman, sangkaan yang dilaporkan masyarakat ke Bawaslu berkaitan undang-undang pemilu tentang larangan kampanye di tempat ibadah. Jika dalam pemeriksaan, terlapor terbukti melakukan kampanye di tempat ibadah, maka terancam hukuman penjara 2 tahun dan denda Rp. 24 juta.

Rencananya terlapor akan dipanggil untuk dimintai keterangan pada hari Jumat (15/3/2019).

“Yang jelas kita akan proses dan segera kita laporkan ke Gakkumdu. Seorang warga negara yang memiliki hak pilih melaporkan video viral itu. Kalau memang betul menyampaikanya ada unsur kampanye dan jelas di masjid maka  kampanye di tempat ibadah ada namanya menghasut, menyebarkan fitnah ada juga di pasal itu,” beber Kordiv Penindakan Bawaslu Banyuwangi itu.

Anang Lukman juga menambahkan, saat ini masih satu orang yang dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan kampanye di tempat ibadah. Tidak menutup kemungkinan ada tambahan laporan yang masuk ke Bawaslu terkait perkara ini.

“Waktunya cuma 14 hari. Secepatnya kita proses agar cepat selesai,” pungkas Anang.

Sebelumnya seorang ustaz di Banyuwangi yang diketahui bernama Supriyanto diduga melakukan kampanye hitam di hadapan ibu-ibu yang hadir di sebuah masjid. Ustaz berpakaian gamis warna putih tersebut menyebut bahwa pemerintah sedang menggodok undang-undang tentang pelegalan perzinaan.

Dalam waktu singkat, video berdurasi sekitar 51 detik itu viral di media sosial. Terkait video yang diduga menyudutkan calon Presiden (capres) nomor urut 01 itu akhirnya diklarifikasi oleh Panwascam dan polisi. Polisi juga sudah memproses kasus tersebut dam memeriksa sejumlah orang. Namun demikian hingga kini polisi belum menetapkan seorang pun menjadi tersangka. (ful)