Probolinggo, ArahJatim.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Probolinggo menyebabkan sejumlah desa di 7 kecamatan dilanda banjir. Jalannya evakuasi warga mulai anak – anak, lansia serta ibu dan balita berlangsung dramatis di salah satu desa terdampak.
Evakuasi mandiri yang dilakukan sejumlah warga saat banjir menerjang desa Lemah Kembar kecamatan Sumberasih kabupaten Probolinggo/ Sabtu malam (17/01/2026) dilakukan dengan menggunakan seutas tali. Warga yang berada di daerah banjir terutama anak dan orang dewasa terpaksa menyeberangi sungai sejauh 50 meter dengan tangan merambat tali ditengah arus sungai yang cukup deras.
Dengan bantuan sebuah perahu nelayan kecil yang diposisikan melintang sebagai jembatan, evakuasi berikutnya ditujukan bagi lansia, ibu dan balita. Satu per satu warga dusun Bibis desa Lemah Kembar yang mendiami 65 rumah berhasil dievakuasi hingga minggu dini hari (18/01/2026).
Sebagian warga diungsikan di kantor desa setempat, sebagian lagi mengungsi ke rumah kerabatnya. Menurut seorang warga terdampak banjir, dirinya tak menduga jika banjir akan sebesar itu. “ Saya kaget pas pulang kerja, banjir sudah merendam rumah saya. Terpaksa saya cepat – cepat bawa keluarga mengungsi dan ga sempat bawa apa – apa”, ujar khamid, warga terdampak banjir.
Sementara itu, kepala desa Lembah Kembar, Hariyanto, mengatakan hampir setiap tahun banjir selalu terjadi wilayahnya tapi banjir kali menjadi yang terbesar. “Hujan deras dari sore sampai sabtu malam. Sungai bibis meluap berbarengan dengan pasangan air laut”, jelasnya.
Hariyanto berharap pemerintah kabupaten Probolinggo dapat merelokasi warganya di dusun bibis ke tempat lain untuk sementara waktu, dan melakukan pengerukan di sungai Bibis yang telah mengalami pendangkalan.
Selain desa Lembah Kembar kecamatan Sumberasih, banjir juga menerjang sejumlah desa di kecamatan Tongas, Krejengan, Kraksaan, Maron, Gading dan Besuk. BPBD kabupaten Probolinggo telah melakukan pengecekan ke sejumlah wilayah terdampak, dan minggu pagi (18/01/2026) menyalurkan bantuan yang diperlukan ke beberapa desa terdampak. (Dundee)










